Berkelana


{ This entry is in Indonesian}

Inside my Travel journal – 4 minutes of doodling and flight/ferry tickets

Menurut ucapan orang-orang bijak,  ‘Dunia itu ibarat sebuah buku, bagi yang tidak bepergian, mereka hanya membaca satu halaman ..’

Setuju nggak??? Uhhmmmm…bagi yang terlahir sehat walafiat lebih banyak benarnya sih. Ini mengingatkan gue cerita tentang penjelajah dari Maroko, Ibnu Batuta,- beberapa tahun yang lalu, satu kelas melakukan excursion ke Asian Civilisation Museum, untuk mengenal penjelajah asal Maroko yang berkelana jauh sampai ke negri China.

Bayangkan deh, … berkelana dari Afrika ke negri timur, tanpa fasilitas canggih Pesawat,  Handphone, Social Media, GPS… hanya bermodalkan onta dan kuda. Dan ditengah perjalanan malam hari, si Batuta ini harus berjuang melawan Hyenas (hewan liar sejenis serigala), tapi yang paling menguntungkan zaman itu,-  Batuta gak perlu ngantri cap paspor diimigrasi, gak perlu ngurusin Visa hehehehe…

Dari journeynya itu, batuta menceritakan pengalamannya…… Hasil cerita pengalamannya ini bagian dari tugas kuliah gue saat itu😉

Terdengar suara-suara sumbang yang berkicau kalau kegiatan ‘traveling’ merupakan kegiatan yang mewah, -buang-buang duit. Ada yang berkomentar, ‘jalan-jalan mulu…. pamer banyak duit yaaa….’

Meski nggak diucapkan secara langsung, gue jadi tersentak dan menerawang… kok pikirannya dangkal gitu sih??!!

Lalu, gue coba untuk menelusuri, mungkin ‘traveling’ = mewah, bagi oknum yang mengartikan traveling itu seperti apa dan ngapain. Dan mungkin yang dimaksud bukan traveling, … melainkan LIBURAN. Mencoba untuk beranalisa, sepertinya sih antara liburan dan traveling punya makna yang beda deh.

Menurut gue, liburan adalah;

bertasmasya dengan keluarga, atau teman atau pacar atau suami. Dan goal dari kegiatan ini untuk lebih mendekatkan diri bersama keluarga, menjadi lebih akrab atau rekreasi.

Traveling/berkelana;

Menurut gue artinya lebih luas. Traveling belum tentu liburan.. gue traveling sambil ngerjain project kadang-kadang. Dalam traveling, gue sering cari-cari gambar bagus untuk dicapture, ngamatin human behaviour😛 , …. nyatat hal-hal baru yang gue temui, nyobain makanan2 lokal ..dan punya teman ketemu di jalanan yang jujur saja lebih menyenangkan dibanding teman benaran.

Eit, tunggu dulu, bukan berarti gue gak butuh teman benaran.. Kalau dalam ‘traveling’ lebih efisien punya teman yang hanya perlu ngobrol hal-hal yang baru, yang gue nggak perlu mengenal si teman secara dalam, hanya memberikan informasi umum tentang gue ke ‘teman ketemu dijalan’ ini.

Waktu liburan sama nyokap, yang ada gue harus ngedengerin si nyokap cerita atau lebih tepatnya gosip si sodara/sepupu gue yang ini, tentang si itu… pfffffhhh.. things I don’t give a shit!! Enakan traveling alone deh, ..gue hanya perlu think about present day, fokus ke tempat yang sedang gue kunjungi.

Pengalaman lain, nemenin sistah jalan2 di Singapur, secara dia kebiasaan hidup di Indo yang biasa punya mobil sendiri, bisa nyetopin taksi, bus dimana aja, ada ojek pula.  Traveling dengan dia berubah jadi acara berantem di negeri orang. ^*#(@^!_0   Gue biasa jalan kaki dari halte A ke B, yang jaraknya at least 1 km, … mana mau nyonyah besar ini diajak jalan 5 meter aja…”Please setopin taksi,…” teriak sinyonya besar gak sabaran, marah2 kesal, dan nyemprotin gue dengan kata-kata yang intinya ini semua salah gueeee (salah temen2 gueee =AADC dialog,- RED😀 ) .. woi, taksi di singapore maunya berenti ditempat2 tertentu, gak kaya’ Indo, dimana aja mau berenti….. Begitulah, ………… males banget jalan sama cewek berkelakuan kaya’ putri raja… No no lagi deh.. Kalau bukan sodara, udah gue tinggalin deh!!

Kesimpulan: Jalan2 sama saudara/keluarga lebih tepat dikatakan rekreasi, daripada traveling.

Kalau mencari partner untuk traveling harus liat2 dulu siapa orangnya. Kalau banyak ngeluh, maunya nginep di hotel bintang 3 keatas, suka ngomel2… sengak, … protes mulu kerjanya, maaf deh,- mending gue jalan sendiri. Lebih damai, …. tenang, dan gak bikin pikiran gue kusut.

Jalan-jalan dalam grup itu banyak keuntungannya. Salah satunya dalam menekan biaya, bisa share, tapi, kalau kita jalan bareng-bareng, … gak mesti semuanya harus dilakukan bersama kan?? Paling males kalau gue harus kesuatu tempat dimana salah satu teman mau ke tempat A, sedangkan gue nggak tertarik dengan tempat A, gue punya ketertarikan sendiri ketempat Z, dan kalau kita misah dianggap sombong, .. gak kompak lahh.. duhh!!!

Beberapa tahun yang lalu, gue dibayarin seminar MLM di Malaysia sama sisistah. Karena dia pengen nyuci otak gue dengan MLM nya, gue dipaksa ikut dan karna dia rada makmur kantongnya, gue pun dibayarin.

Yang bikin gue tertarik hanya visiting new places. Ditengah2 acara,  gue keluar dari grup dan menjelajah kota seorang diri.  Lalu salah satu anggota grup yg tukang gosip, ngasih tau ke leader dari MLM tur ini, kalau gue nggak ikut seminar, hasilnya gue disindir2 sama si leader… Okay, okay.. gue pasang kacamata item, .. plug my ears with earphone, nanana dengerin musik..pura2  gak liat dan budek. Problem solved.

Selama berada dalam grup, kita seperti anak TK,- semuanya harus diatur, jam sekian harus ngumpul disini… Adduh, ini mah namanya bukan traveling. Mengingatkan gue akan acara study tour zaman sekolahan. Harus nemenin temen grup shopping disini, disana… euuhhhh, tipikal  nyonyah nyonyah Indo diluar negeri banget deeehhhhhhh ….. yang parahnya, ketoilet pun harus bareng2.

Bagi mereka, keluar negeri = shopping . Nah lho, gak heran dong kalau ada suara-suara yang bilang,- jalan mulu artinya pamer, sok makmur. Mungkin karena dipikiran oknum ini, … jalan keluar negeri berarti shopping.

Selama hidup di Singapore,… gue sering duduk sendiri di kafe pinggir jalan  ngopi-ngopi sambil menonton random people lalu lalang, bertahun-tahun mengamati, sampai akhirnya gue punya rangkuman tersendiri dari hasil mengamati human behaviour secara random.

Is it just me, … menurut gue orang Asia paling suka berpose didepan branded stores. Coba deh, nongkrong di Orchard, Marina Bay etc… turis Asia, atau kalau di orchard kebanyakan Indonesian,  gaya andalannya, berpose didepan toko LV, Prada, Chanel etc, bahkan sampai ngantri untuk berpose didepan LV store. Atau, berpose sambil menjinjing tas-tas belanjaan yang bejubel.

Memang gak ada yang salah dari kegiatan ini, tapi lucu aja. Kok bisa kompakan yaaa… Kenapa harus sebagian besar orang Asia yang suka berpose dengan branded store sebagai latar belakang. Kalau orang Asia timur, paling suka berpose dengan dua jari simbol V, seolah-olah itu udah jadi template!!!! LOL ‘because we’re Asian, so we need to show V symbol in front of camera, cheesssss!!’😀

Kadang gue sering bertanya, apa maksud dari semua iniii…. Jujur saja, gue pribadi gak tertarik berfoto dengan branded stores sebagai latar belakang. Karena nggak ngerti apa maksudnya, dan gue sama sekali nggak punya impian untuk memiliki salah satu items dari brands tersebut, meskipun PALSU atau KW 1,2,3 pun gue nggak tertarik.

Mungkin karena masih tetanggaan, orang Singapur, Malaysia, juga Filipina, -punya karakter yang sama.

Ada lagi, … paling sebel sama travel partner yang seleranya ribet banget. Pengen nginap at least dihotel yang nyaman dan sibuk dengan makanan dan pelayanan hotel, Uhmm, kalo masih muda, gue masih prefer dihostel deh. Kecuali kalo gue udah diatas 40 tahun, mungkin hotel tempat yang pas. Lagian, dibeberapa hostel especially Eropa, Australia..mereka punya batasan umur 18-40 untuk kamar dorm. Jadi, ..emang bener yahh.. menjelajah dunia dengan cara budget itu disaat kita masih muda. Ditambah, kalau udah tua asuransi perjalanan pun bakal semakin mahal. (tapi kalau diIndo, hostel kaya’nya gak ngetrend deh, harga hotel pun masih banyak yang terjangkau)

Hal yang gue suka dari hostel, kehidupan sosialnya. Gue sering merasa lucu sendiri saat sering ngobrol berhari-hari sama traveler dari Perancis, Jerman ehhh…. gak pernah tau nama mereka.

Ada yang kisah menarik waktu di Krabi kemaren, gara-gara mati lampu dan kita semua pada mati gaya. Akhirnya ada yang teriak, jalan yukkkk…. pergilah kita dinner bareng (6 orang asing beda negara) di kafe depan pantai ao nang. Daann. waktu mau makan, baru kita semua nyadar, kalau kita jalan bareng, ngobrol.. tapi gak pernah kenal nama satu sama lain. Lalu, gue bilang… yeaah, I’ve gotten used to this, so I just called you.. German girl, S’porean guy, Dutch girl and M’sian girl I’ve met in Krabi.😛😛   Coba kalau milih tinggal di hotel, … gak akan ada kegiatan seperti ini. Hotel cocoknya kalau jalan bareng nyokap/keluarga, atau business trip dan dibayarin sama Perusahaan ..😀

Lalu hal bawel lainnya, travel partner yang maunya full service airlines, yang harus ada TV di kursinya… hooaamzz…. lalu mencak-mencak kalau nggak ada TV bakalan ngapain gue dipesawat. Plis deh, be creative…. gak nonton TV lo gak bakalan mati, baca buku kek, biasanya gue lebih suka doodling dibanding nonton dipesawat. Karena nonton film, hal yang bisa gue download dirumah.

Menurut hemat gue, on your journey, bukan kesempurnaan dan kenyamanan yang dicari, tapi suasana yang beda, hal-hal yang baru….petualangan. Kalau ngeluh soal hotel, makanan nggak cocok, budaya yang aneh.. mending tinggal dirumah, sewa DVD atau cukup mengunjungi Disneyland atau Mega Mall dikota anda.

Traveling ala Ibnu Batuta… Bukan tas belanjaan yang dia bawa pulang, tapi kisah-kisah fantastis yang dia temui sepanjang perjalanan yang dia ceritakan ke teman dan saudara2nya di Maroko,bahkan berkontribusi kesejarah dunia. ……… That’s what I called si pengelana. 

2 thoughts on “Berkelana

  1. Berkelana my unspoken minds Pretty nice post. I just stumbled upon your weblog and wished to say that I have really enjoyed surfing around your blog posts. In any case I will be subscribing to your rss feed and I hope you write again very soon!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s