Transportasi Umum di Jakarta dibandingkan dengan…


Awal-awal, baca status FB teman-teman yang berada di Belanda tentang bagaimana menyebalkannya NS (Kereta Api Belanda) nggak begitu menarik perhatian gue, toh, di mana-mana alat transportasi umum juga kadang-kadang menyebalkan. Paling enak memang punya mobil pribadi, lebih bebas,  dan bisa nyetel musik sesuka hati.

Tapi, kelamaan.. baca keluhan teman-teman cewek yang lagi berada disana baik orang Indo, tentang masalah NS yang sering delay or cancel due to bad weather, rel diselimuti salju.. terlalu licin dan berbahaya untuk digunakan, etc, etc… dan tiap hari membaca keluhan, omelan, jujur ya, lama-lama yang baca jadi agak terganggu. Ckk, ckk… kalau yang diomongin baca ini, .. hmmm,.. sorry ya… (nggak ngajak berantem kok, just share thoughts)

Kadang, kalau gue renungin.. kita, kalau sudah berada ditempat yang cukup baik,.. kadang..selalu memandang ke atas.. lupa memandang kebawah. Akibatnya, kita menjadi sedikit manja, menyebalkan buat yang mendengarkan.. pendek kata, jadi orang yang sangat pengeluh.

Pengalaman, waktu di Singapore, gue hang out sama 2 orang cowok-cowok ganteng ;p dari Swedia dan Belanda. Menurut gue, dua manusia ini cukup mengeluh dengan MRT Singapore yang selalu penuh, jarang kebagian duduk.. kalau mau bisa dapat duduk.. yah, mungkin pada jam-jam 11 malam. Tapi, MRT SG kan bersih, nyaman… dan ber AC. Setelah gue ke Belanda, baru gue tau… kalau di Belanda, .. di kereta itu PASTI kebagian tempat duduk. Nggak heran, temen Belanda gue sering ngeluh kalau kita selalu berdiri di MRT. Tapi, hey… MRT kan bukan Kereta seperti di Belanda. MRT, kereta super cepat.. yang dalam waktu 2 atau paling lama 20 menit sanggup mengantarkan kita ketempat tujuan. Nggak perlu duduk laaaa… Yang gue suka dengan Kereta Belanda, kita boleh bawa makanan, bawa koffieverkeerd, dan disebelah tempat duduk disediakan tempat untuk menggantungkan jaket. (keren kan..) Secara gue rada pelupa, nggak pernah tuh gantungin jaket di kereta, nggak terbiasa… palingan entar, pas distasiun tujuan, gue bakalan ngeloyor aja turun… yah, hilang deh jaket gue… mengembara mengitari kota-kota Belanda sebatang kara tanpa pemiliknya. Nah, bedanya sama MRT Singapore, … negara ini kan negara DENDA, yah, jangan coba-coba makan di MRT, kalau nggak mau didenda.

Pernah, pada suatu hari temen Belanda gue ini berkata ke gue secara langsung; Dia:  ‘tau nggak, apa yang gue suka dari lo…. gue nggak pernah dengerin lo mengeluh ini itu, dibandingkan kita-kita’ (sama temannya yg dari Swedia, yang juga tukang mengeluh dan berubah menjadi singa kalau kelaparan dikit aja,… mengaum-ngaum gak jelas..)

Lalu gue memaparkan ke temen gue itu dengan sok bijak: Gue: ‘yah,… gue ngerti kenapa lo bedua jauh pengeluh dibanding gue. Gue tuh asal gue dari Jakarta,.. kota yang sangat chaotic, dan bagi gue Singapore ini semua sistemnya sangat modern, tepat waktu…. yah kalau nggak kebagian duduk, bagi gue sih nggak gitu masalah.. cuman beberapa menit ini. Jadi gini, pendek kata.. gue tuh berasal dari negara yang sistemnya jelek… pas di Singapore, ini negara, sistemnya jauh lebih bagus.. sedangkan lo, dari Belanda dan Swedia, mungkin lebih maju.. hampir setiap orang, kalau nggak terbiasa menghadapi ‘out of order’/uncomfortable’ moments.. pastilah jadi mengeluh. PASTI deh, menjelang terbiasa.

Dan ini terbukti, sewaktu gue pulang ke Indonesia, Jakarta….. OMG, gue jadi manusia yang menjengkelkan, menyebalkan….. ngeluh mulu di twitter, facebook soal transportasi umum di Jakarta yang super SUCK… see, theory sok bijak gue terbuktikan.😀

Hal yang gue suka dengan Kereta di Belanda, … ternyata, .. nggak tiap saat karcis kita diperiksa. Selama gue di Belanda, cuman beberapa kali petugasnya mengecek karcis gue, padahal gue udah beli. Eit, bukan berarti gue jadi mau cheating dengan tidak beli karcis. No, No… jangan membawa buruk nama tanah air di negara orang. Karna kalau ketauan kita nggak beli karcis, hukumannya bisa parah, gue denger-denger kita disuruh bayar denda sekian euro. Ih, syerem deh.

Menurut gue, sangat bagus dengan cara mereka mengecek karcis secara random. Nilai moral yang gue ambil, hal ini membiasakan kita untuk belajar jujur dan malu ke diri sendiri. Jadi, mau nggak mau kita harus beli karcis apa itu akan diperiksa atau tidak. So, kalau kita grow up dinegara ini, kita akan terbiasa.. dengan bertanggung jawab ke diri sendiri, jujur ke diri sendiri untuk membeli karcis mau diperiksa atau tidak. Mungkin lebih tepatnya, punya kesadaran sendiri. Nggak seperti di Indo, yang orang-orangnya… mental gratisan, atau kalau dapat nggak bayar,… horeeeee… kan nggak ada yang tau. (gue juga suka yang gratisan euy….😀 .)

Oh ya, mari kita lihat… seperti apa public transportation in Holland:

Hihi, keren banget yahhh, yang iniii…. by the way ada yang tau nggak sih, ini Kereta jurusan mana kemana.. waktu di Belanda gue nggak liat yang ini, mungkin udah habis masa iklannya. Kalau sempat gue ketemu kereta dengan interior begini di Belanda, udah deh.. pasti gue bakal jadi orang norak se Belanda atau Eropa, minta poto-poto narsis sama orang-orang sekitar gue, dengan berbagai gaya andalan. Lalu harus di pajang di Facebook!!

Tram di Den Haag

Bus di Utrecht

Lalu, mari kita bandingkan dengan transportasi umum di Jakarta.

Kereta di Jakarta

Nah lho, masih ngeluh dengan NS Belanda… hmm, ours is the WORST. Kalau orang dari developed nation melihat pemandangan ini, mungkin mereka akan SHOCK.. dan berkata dalam hati, ‘Hey. you can’t stand over there, there and there…Get off (or down), get on a train, value your life, please!!!!!’ … Tenang, Misters…. orang indo semuanya udah terlatih untuk jadi stuntman. No worries… Keren kan,.. ntar kalau ada yang kecelakaan, jatuh dari kereta.. yah, itu namanya Takdir!!!

trans jakarta

Orang Indo tuh incredibly patient, liat aja deh.. betapa penyabar dan tabahnya para commuter ini menunggu, merenungi betapa parahnya sistem transportasi kita. Enjoy-enjoy aja tuh keliatannya mereka, gue juga diantaranya. Hmmm, sebenernya sih karena udah terbiasa, mau ngeluh atau ngomel-ngomel juga useless bikin hipertensi aja, mending bawa asik aja… Mau diapain??

Metromini

Ini dia, … kecil, sering ugal-ugalan dijalanan…. kalau didalamnya, berasa lagi dugem.. kepulan asap rokok dimana-mana. Tak lupa copet, .. pengamen yang kadang bagus, kadang ngasal.. kadang pura-pura gagu, bisu atau sebagainya. Hello, It’s Jakarta.

Angkot

Ini yang juga sangat menyebalkan. ANGKOT atau Mikrolet, sibuatan Jepang.. Kadang gue heran, dulu.. zaman Belanda, kita punya tram, kok sekarang nggak ada.. Padahal dengan adanya Tram, kemacetan bisa dikurangin dibandingkan si Angkot ini. Angkot ini, bisa bikin pengendara mobil pribadi stress kaya orang gila sendiri dimobil. Soalnya, doski tuh sering ngetem atau parkir ditengah jalan, hasilnya.. Macet deh.

Menurut para supir angkot ini, jangan salahkan kita ngetem ditengah jalanan.. karan kita kerja ngejar setoran. Jadi mau nggak mau, kita ngetem disini ajaa yaa, situ ada urusan bisnis apa yang bikin situ telat, yah itu derita looooo….. +ketawa iblis+

Menurut gue sih, kalau pemerintah mau mengatur ini.. bisa aja ditangani. Kenapa nggak pakai sistem gaji sama sisupir angkot ini, lalu mereka dikeluarkan menggunakan interval waktu, berdasarkan schedule. Kadang sering ketawa miris melihat pemandangan si angkot ini,… can you imagine, seberapa boros dan tidak peduli lingkungannya kita, ada 10 angkot dengan jurusan yang sama, dijalanan yang sama.. sedangkan penumpangnya cuman 2 atau 3 orang di tiap angkot.

Apa salahnya, pemerintah mengatur ini… jadi nggak akan terjadi pemborosan bensin, kebisingan berkurang (secara supir angkot ini tet tot tet klakson seenaknya), lalu udara jadi lebih bersih. Atau ditukar dengan Tram yang lebih banyak muatannya dan nggak berisik. Arggh, entah lah.. I just share my thoughts here, because I care. I can be a nomad, travel and live overseas for many years, but Indonesia is my country, it maybe my future house.

Bajaj

Nah, ini namanya Bajaj… asalnya dari India. Sebenarnya bajaj ini imut, lucu.. icon Jakarta,.. tapi akan lebih menarik kalau mesinnya diganti ke mesin yang lebih smooth lagi. Selain polusi suara, dan efek habis naik bajaj ini bener-bener memberikan getaran yang memberikan sensasi tersendiri.. hahahaha

*Foto-foto diatas bukan milik gue, photos are from google and fanpage, sorry I can’t find the link😦

4 thoughts on “Transportasi Umum di Jakarta dibandingkan dengan…

  1. astaga lucunya baca artikel ini!! apalagi bagian orang indonesia itu udah terlatih jadi stuntman!! ngakak!!! hihihihi…

  2. Cara bercerita yang menarik… .Ane hanya sekali dua menaiki moda transportasi umum. Membayangkan seperti apa Indonesia bila telah tersedia moda seperti di negara-negara yang lebih baik dan sikap mental orang Indonesia yang juga lebih baik… .
    By the way Ane minta izin untuk meminjam gambar ya ?
    makasih

    • Hai, trimakasih atas komentarnya… oh ya, monggo diambil gambarnya… dan gambar2 kereta di Belanda its not my own property yaaa…. itu diambil dari salah satu album fan page belanda,.. lupa naroh link.. karna lupa dimana albumnya….:)
      gambar kereta api dan bajai juga courtesy of google images

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s