Episode 7: Lost in Translation di Belanda


Belanda memang indah, tentram dan damai. Puluhan ribu kilometer jauh dari hiruk pikuk Jakarta dan polusinya, menenangkan diri dari gosip-gosip selebriti tak penting di tanah air dan menghindar dari berita jauh tak pentingnya tentang holier than thou community di tanah air yang mengacaukan kehidupan ber-pancasila dibumi pertiwi.

Serta jauh dari gaya hedonistik dan materialistik Jakarta, .. what a nice view for me when I watched Dutch people whatever their proffesion, riding bike as part of their lifestyle. I’m an Asian who used to live in Jakarta and Singapore ,… mostly known dimana uang, jenis mobil, dimana kamu tinggal.. daerah menteng atau apartmen apa adalah segalanya dalam society.ย  Namun, Belanda dimana hidup terasa jauh lebih berkualitas, sehat dan produktif. Disaat segala sesuatunya serba sistematis dan On-Time, jadwal busย  dan kenyamanan public transportation yang nggak akan mungkin (atau sampai kapan) Jakarta atau Indonesia bisa akan begini.(Oh, Jakarta.. ngarep.com dari rakyat jelata…)

Tapi, .. ada tapinya….๐Ÿ˜‰ .Yes, English is widely spoken in The Netherlands. As a person who’s quite familiar with English and Indonesian, .. I’ve got a little problem when I have to face some Dutch language in my new environment.

Gue punya beberapa cerita tentang lost in translation moments di Belanda. Ha Ha, padahal baru 10 hari gue berada disini, sudah cukup lah, lost in translation moments untuk dibagi-bagikan. ;)ย  , Atau mungkin kalau entar nambah lagi, akan gue buat part 2 nya.๐Ÿ˜€

1. Dealing with how to top-up my prepaid mobile balance.

Albert Hein prepaid card

Setiba di Belanda, temen Belanda gueย  yang membantu dalam mengurus hal-hal seperti registrasi nomor mobile Belanda, strippenkaaart untuk menggunakan transportasi disini.

Dan, setelah pulsa gue sudah mulai habis,… gue beli lah pulsa isi ulangnya. Ternyata prosesnya sangat cukup berbeda dari yang pernah gue hadapi seperti di Indonesia dan Singapura. Yang di belanda ini cukup rumit, euy!!!๐Ÿ˜€ ,.. ternyata, nggak ada Englishnya. Ah ah ah…..

Gue coba untuk sok tau, mengira-ngira… duduk di kursi stasiun berjuang untuk mengisi pulsa gue yang tinggal beberapa cent. Alangkah mudahnya ya, kalau mereka memberikan pelayanan dalam berbahasa Inggris. Atau dengan memasukan pulsa dan mengirimnya lewat sms, ketimbang kita harus mendengarkan si operator berbicara panjang lebar dalam bahasa Belanda yang I’m completely blind with it…๐Ÿ˜‰ , untung si bapak-bapak Belanda, dengan baiknya bantuin ngisiin pulsa gue.

2. Vending Machine di belanda

Vending Machine

Vending machine ini terletak di kampus Utrecht, juga di Librarynya. Untuk membeli koffieverkerd atau cappucino melalui mesin ini, kita harus membeli chipknip card terlebih dahulu. Gue beli yang 10 euro, lumayan.. sudah beli kopi,koffieverkeerd, hot chocolate berkali-kali sampai sekarang saldonya masih mencukupi untuk beberapa hot drink lagi.

Awal-awal, gue cukup bingung bagaimana cara penggunaannya.. kok nggak ada Inggrisnya yaa. Lalu, dengan ilmu tebak-tebak buah manggis, akhirnya bisa juga bertransaksi dengan mesin ini meski dalam bahasa Belanda. Hmm, jadi begini yah.. nenek moyang kita dulu berdagang sama VOC pada awal mulanya. Menggunakan ilmu mengira-ngira sajalah, kalau ada kata OK gue Ok -in. Begitulah, selama satu minggu ini,.. gue meng-order minuman melalui mesin ini dengan command dalam bahasa Belanda tanpa tau artinya.

Lalu kemarin, salah satu teman India gue ngasih tau ke gue. Press this ‘corr’ย  button ,it means change to English.ย  haha, langsung deh gue cekikikan.. gaptek amat yah rupanya,.. ternyata ada versi Inggrisnya saudara-saudara. Tapi, my course atau keberadaan gue dikampus ini akan berakhir jumat ini!!!

3. Rambu-rambu lalu lintas di Belanda.

Rambu-rambu lalu lintas dan Wilder

Gue benar-benar buta dengan bahasa Belanda. Tidak ada satu katapun dari kata-kata diatas yang gue tau artinya. Sepintas lalu melihat perpaduan gambar anti-wilder dan rambu-rambu lalu lintas, gue kirain dua-duanya saling berhubungan. Semacam kampanye gitu dijalan raya, eh, setelah gue teliti lagi.. ternyata gambar anti-wilder ini,..STIKER toh!! … Sesudah bertanya sama google translator, ternyata ini cuman rambu-rambu buat pengendara sepeda dijalan raya… HAHAHA

4. Murah amat, 1.50 euro doang!!!

Patat Fries

Di minggu sore yang cukup dingin di Utrecht centraal, gue mendadak kelaparan. Ya iyalah, hari itu menu gue cuma Indomie dan roti doang.

Lalu, mengantrilah gue di Smuller ini (sejenis fast food nya Belanda). Gue pesan menu combi-deal seperti yang terlihat difoto. Lumayan nih, kentang goreng dengan mayonaise plus lipton tea HANYA seharga 1.50 euro.

Waktu dikasirnya, dengan tanpa dosanya.. gue berikanlah koin 2 euro, menunggu kembalian 50 cent. Malah penjualnya yang kebingungan. Gue jadi bingung juga melihat reaksinya yang O-on gitu… Gue tanya untuk memecahkan kebingungan ‘ it’s 1.50 euro, isn’t it?

Dan akhirnya, barulah gue menyadari.. setelah dijelaskan 1.50 euro itu cuman harga lipton teanya … Normalnya Lipton tea harganya kira-kira 2 euro, tapi kalau belinya sama patat ini jadi 1.50 euro , jadi total semuanya gue harus bayar 4 Euro.

11 thoughts on “Episode 7: Lost in Translation di Belanda

  1. eh, itu ada kan bahasa indonesianya di kartu top upnya, cuma kata ‘gratis’ doang tapinya hahhaha! btw, klo denger kata patat gw yang ada inget ‘pantat’ bukan potato alias kentang. gimana rasanya, enak ga? tapi klo menurut gambar sih emang keliatannya kentang sama lipton tuh 1.50euro ya. mungkin dipikir si penjualnya ‘mana adeeee di belanda harga kentang sama lipton tea cuma 1.50euro. kagak untung gwww!’ hahahaha!

    • haha bener gue taunya kata gratis doang…. iyah patat, harus hati2 ngetiknya, salah2 jadi pantat…

      maklum tia, masih kebawa suasna Indonesianya.. kirain bisa 1.5 kentang plus soft drink… ckk ckk

  2. rahma… salam kenal..
    seneng deh baca pengalaman kamu di belanda, udah baca dari episod satu nih. mengobati kekangenanku yang 2 tahun lalu juga summer school di utrecht, bukan dari neso sii..๐Ÿ™‚ aaah… nostalgia banget baca ceritanya rahma, abis mirip-mirip sama perasaan waktu ituuu..๐Ÿ™‚
    udah jalan-jalan ke delta worksnya belom?๐Ÿ˜€

    sekali lagi, salam kenal dari Inday…๐Ÿ™‚

    • salam kenal juga.. belum sampe ke delta works.. iyah, gag mau pulang nihh.. hehehe … wahh, sempet juga yah join summer school utrecht,.. utrecht kotanya bagus ..๐Ÿ™‚

  3. yang di fastfood, sama aja ya di indonesia sama di sana.. sama sama pake ‘syarat dan ketentuan berlaku’๐Ÿ˜€

  4. wakkakakakaka
    gokil cerita’a kk….
    asli ngakak ini disni…
    whahahahahhahahahah

  5. Pingback: 2010 in review « my unspoken minds

  6. Dear Kak Rahma,

    If only you were here with me, you will able to see my endless smile while i’m reading your stories.

    Id like to thank you for sharing this. Its very helpful, brief, yet has a good style of writing. I do enjoy read your blog. =)

    Hopefully, i could make a better preparation for my Summer School there.

    Writing has been my new world and I’m sure that you’re a good example. Should learn a lot from you, Kak.

    Viona Grace

    • Hello Grace BEDANK for commenting here, before congratulations yaaaaa… you’ll be in Utrecht soon. haha….looking forward to hearing your amazing experience there…๐Ÿ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s