Episode 6: Hang Out Bersama AAQQ dkk di Utrecht Senja Itu ;)


Welkom bij utrecht. :)   , kata AAQQ salah satu pengarang buku Negri Van Oranye itu. Jumat sore itu, kita berempat antaranya gue, Yosua, temannya AAQQ bernama Charlie yang dari sebuah sumber terpercaya adalah anak PPI Belanda serta AAQQ sendiri, ngafe di depan Postkantoor dikawasan bernama Neude.

Pukul 6.20 sore agak ngaret dikit kita bertemu, disusul dengan Yosua yang agak telat dikit tergopoh-gopoh dari stasiun kereta dari Leiden. Yosua harus ke Leiden dalam rangka mengerjakan assignment One nya, sedangkan gue ke Enkhuizen dihari berikutnya. Di episode selanjutnya gue akan bercerita banyak tentang Enkhuizen. Lebih kurang 2 jam perjalanan kereta dari Utrecht dan tempatnya indah, menyenangkan dengan bangunan-bangunan tua yang rata-rata berusia hampir 5 abad.

Menyenangkan bertemu teman-teman sebangsa dan setanah air kalau kita sedang berada diluar negri, tepatnya di Belanda. Ngumpul bersama , duduk mengitari meja kafe …. sibuk berbicara dengan bahasa ibu tercinta dinegara orang, jokes ala Indonesia yang nggak akan mungkin bisa didapat kalau kita sedang berkumpul dengan non-Indonesians.

yosua, aaqq dan rahma

Tak lama kemudian, kita beranjak dari kafe untuk menyusuri jalanan di Utrecht. Sampai kemudian gue melihat sebuah Jaket bertuliskan Utrecht University dari balik jendela kaca disalah satu kampus Utrecht. Kampus Utrecht memang tersebar disegala penjuru pusat kota tua Utrecht. Sayang, sudah jam 7 malam dan kampusnya is gesloten (gesloten : tutup, bahasa Belanda gue agak nambah dikit..😉 )

Tapi, gue berjanji… Jaket ini akan gue beli saat waktunya tiba nanti. Semoga dengan memiliki Jaket ini, akan memacu gue untuk kembali lagi ke kota tua yang penuh inspirasi ini.

Jaket Utrecht Universiteit

Lalu, setelah lelah berjalan dan melangkah.. kita ngaso dulu dipinggir kali kanal yang tenang. Indahnya sore itu, kita duduk bersila sambil menghabisi kebab yunani. Sementara itu, selang beberapa menit.. kapal-kapal kecil lalu lalang dengan penumpangnya yang ramah-ramah dan penuh kebahagian menyapa kita, just saying ‘hai’, ‘ how are you??’

nongkrong di pinggir kali

Matahari hampir tergelincir di ufuk barat, kota tua Utrecht mulai berubah warna dan lampu-lampu jalan mulai melakukan aktifitas malamnya menggantikan tugas sang mentari.

venesia es krim

Untuk menutupi perjumpaan sore itu, masing-masing kita membeli es krim venesia,.. foto diatas es krim gue,.. gue lupa judulnya, secara dalam bahasa Belanda, tapi yang penting buah-buahan asam manis. Mungkin blueberry.

Kamis, satu hari sebelumnya…

Kita dinner bersama 3 jurnalis Indonesia untuk Radio Netherland Indonesia. We had a nice dinner dipinggir kanal dibawah bioskop Rembrant. 3 Jurnalist ini sangat heboh dan ‘fun’, such an ice breaker yang sangat berpengalaman dalam mencairkan suasana dan membuat acara bincang-bincang menjadi lucu dan penuh dengan humor.

Gue mendapatkan sebuah pertanyaan dari Rina, salah satu dari kru Ranesi yang gayanya funki itu. Nanyanya,

‘Bagaimana menurut Rahma, mengenai pendapat sebagian besar orang Indonesia.. yang kalau mendengar kita sekolah di belanda.. lalu nyeletuk, ‘ih.. negri penjajah…. ‘

Nah ini dia, … Ini memang kisah klasik dari bangsa kita waktu mendengar kata Belanda. Sangat disayang kan memang, kalau masih banyak diantara kita yang masih jalan ditempat, tanpa bisa melihat sisi positif dari kolonialisme. Bahkan, waktu gue minta temen-temen untuk mengomentari blog gue waktu kompetisi ini, lebih dari setengah temen-temen gue reaksinya kurang positif.

Kolonialisme membawa sisi positif dan negatif, sisi negatifnya adalah perbudakan saat itu.. sisi positifnya .. kolonialisme pernah berkontribusi banyak dalam dunia pendidikan, infrastruktur, perbankan, kedokteran dan masih banyak lagi dinegara kita. Dan, menurut sejarah.. kolonialisme adalah hal yang normal saat itu.. Kalau kita mau bandingkan, Belanda termasuk negara kolonial yang cukup liberal dan toleran dibanding beberapa negara penjajah lainnya. Contoh, gue punya beberapa teman dari Filipina,… pada penjajahan Spanyol… Setiap kepala keluarga di Filipina, harus memakai nama Spanyol. Sehingga sampai saat ini dan akan datang, rakyat Filipina bingung dengan identitasnya. Dibilang Spanyol, jelas mereka bukan Spanyol… mereka sama seperti kita, ras yang sama, warna kulit yang sama.

Belanda, 3,5 abad hidup bersama di nusantara… mereka tidak mengubah identitas negara jajahannya. Bahkan, mereka tidak menyentuh Kesultanan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kita masih menggunakan nama daerah kita, bangga dengan batik warisan budaya, … bahkan, di Belanda sendiri.. gue sudah melihat hampir sepuluh restoran Indonesia.. padahal gue belum sampai 10 hari disini. Seandainya Meneer ini tidak pernah menjajah dinegara kita, … Belanda akan tidak jauh beda dengan negara eropa lain seperti Inggris, Perancis dan Jerman. Keunikan Belanda bagi bangsa Indonesia di Belanda adalah, adanya ikatan sejarah dimasa lalu. Hal ini membuat Belanda feels like home; restoran Indonesia dimana-mana, bahasa belanda juga punya kesamaan dengan bahasa Indonesia, bertemu dengan generasi ketiga Indonesia dibelanda yang jumlahnya hampir satu juta… Masih berpikir kebelakang, ih Belanda.. negri penjajah…???

makan malam bersama Ranesi

13 thoughts on “Episode 6: Hang Out Bersama AAQQ dkk di Utrecht Senja Itu ;)

  1. pantesss aj orang pilipin namanya spanyol2 gitu, gtau asal muasalnya dari situ toh. gw dulu malah sempet ngirain orang pilipin pake bahasa spanyol sebagai bahasa sehari-hari! *eh btw gw tiap hari perasaan selalu isi komen lo gini :p*

    • haha, komenin terus ajeee….. biar rame…. tapi kenapa lo nggak naroh link blog loo…..
      iyah gue tau dari kolega gue orang pilipina, ada cerita lucu… zaman dulu itu…., masa penjajahan spanyol,.. tiap2 kepala keluarga dipanggil kebalai desa mungkin namanya.. dan mereka dikasih kaya’ undian gitu yg didalamnya terdapa kertas dgn nama belakang spanyol…jadi, misal kalo dapetnya inesta, yahh… namanya harus inesta… kocak yahhh…………

      • abisss blog gw udah lama ga diupdet sih. lagian kepikiran pgn pindah blog ke wordpress hehehe. eh klo dulu org belanda sistemnya kaya org spanyol gmn yah? ntr di indo pada bernama blkg sneijder, robben, kuyt, van den bosch, van ini, van itu dong yah *pdhl mah muka endonesa banget hahaha*

        • Rahma Sneijder,, ciyeehhh….. hahahaha……… Tia Van den Bosch ckkk ckkk…. entar jadi cinca lawra ngomongnya…

          iyah, wordpress lebih better….

          • yahhh kok gw kedapetannya van den bosch, nama penjajah ituuu hahaha! eh klo jerman ga ngejajah negara lain yah? coba klo indonesia dijajah jerman, ntar nama belakang gw mungkin bisa jadi muller atau lahm :p

    • haha dasar lo emang itu naman penjajah yah… nama ibu kota belanda bagian selatan kayanya itu.. nyokap temen belanda gue tinggal disana soalnya.. den bosch…
      Jerman menurut sejarah, meng invade inggris raya 1000 tahun lalu, dan bahasa inggris itu akarnya dr bahasa jerman juga…

  2. Pingback: Tweets that mention Episode 6: Hang Out Bersama AAQQ dkk di Utrecht Senja Itu ;) « my unspoken minds -- Topsy.com

  3. inspiring sekali tulisan pengalamannya selama summer school. btw foto yang lo loncat tu di depan gedung apa ya? menaranya ngingetin gw ama Hogwarts ;=)

    • Hai, Adie..
      yang menara tinggi dbelakang?? itu namanya Dom Tower,.. ntar diepisode berikutnya aku ceritain ttg dom tower ini, ini menarik banget ceritanya…
      atau gedung yg mana nih…

      Thanks for commenting yaa

  4. gedung yang paling tinggi, yg di poto kamu loncat2 itu. yg arsitekturnya kayak gothic2 gitu. hehehe

    can’t hardly wait to read your experience. cerita lo ini jadi salah satu menu sarapan pagi gw hehehe ;=)

      • hem, sayang masih disebut “penjajah” ya dulunya, padahal negara keren seperti itu… aku sih pernah berangan-angan gimana nasib Indonesia tanpa campur tangan Belanda & Jepang. Yang ada jawaban,”paling ndak ada kereta api…” haha… tapi andai saja Indonesia tak pernah dijajah, menurutku mental orang2 Indonesia saat ini sudah menjadi mental orang yang benar2 “merdeka”. 3.5 abad cukup untuk membuat pemikiran manusia beserta keturunannya masih terjajah. buktinya udah hampir 65 tahun merdeka, namun masih tetap susah mensejahterakan seluruh rakyatnya. berbeda dengan Jepang, dua kali di bom atom, mengalami krisis berkali-kali, karena dasarnya 300 tahun hidup di jaman Tokugawa Bakufu yang damai, mereka memiliki waktu yang cepat untuk bangkit dari kekalahan perang…

        kenapa sih ada kolonialisme, perbudakan, padahal kita diciptakan sama-sama memiliki otak, hati nurani, dan jutaan kesamaan lainnya…

        • ada mata kuliahnya, socio kolonialisme, post kolonialisme, pasca kolonialisme… anak sejarah mungkin lebih tau ini…

          tapi pada belanda sendiri, gara2 kolonialisme.. mereka nggak punya tipika dutch cuisines… karna, di belanda… nasi juga termasuk makanan mereka…. juga sambal

          dan yang penting kapten van bronchorst, nggak akan di belanda kalo nggak ada kolonialisme… kolonialime normal saat itu, dimana bangsa eropa lagi mengalami revolusi industri.. dan mereka bersaing satu sama lain.. mereka menjelajah dunia.. lalu meng claim tanah2 singgahan nya sbg jajahan mereka.. gara2 kolonialisme juga, peta dunia terbentuk…. panjang deh ceritanya,,,

          whats done its done…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s