Episode 5: Excursion to Rotterdam


Bagian dari course ini; Dutch Culture and Current Issue, kita berkesempatan untuk mengunjungi Rotterdam. Perjalanan dari Utrecht Centraal ke Rotterdam Centraal memakan waktu lebih kurang 40 menit by train.

Sebelumnya, dipagi yang cerah ini … gue dan a spanish friend bernama Albert ngantri beli tiket. Gue berdiri dibelakangnya si Albert ini, berdiri tegak manis menunggu giliran gue mesan tiket ke Rotterdam. Setelah si Albert ini berpindah posisi, dan gue menempati posisinya lalu gue bilang, ‘same with him, ticket to Rotterdam,please’ Lalu si penjual tiketnya bertanya; ‘Are you with him to Rotterdam’, I replied ‘Yep,..we’re together’

Dengan tersenyum manis dia berkata, ‘ It’s a free ticket for you’

Seakan tidak percaya dan senangnya, reaksi gue ‘ Is this for real??’

Setelah tidak percaya dan akhirnya percaya, dan bertanya-tanya sama Marten, salah satu tutor kita yang orang Belanda tentunya tahu tentang aturan ini, dinyatakan.. ‘Rahma, you’re lucky, the fact is, you’ve got a free ticket..’

Yihaaa, .. lumayan… haha, sering-sering aja begini, kan hidup gue jadi entengan dikit.

free ticket

Tiket gratis ini akan gue laminating sesampainya di Indonesia๐Ÿ™‚

Dalam perjalanan kereta dari Utrecht ke Rotterdam, kita melihat kincir angin meski nggak banyak, hamparan rumput luas, rumah-rumah khas Belanda, berserta sapi-sapi yang sedang merumput. Sapi-sapi disini bukan yang warnanya coklat, atau putih polos dan agak dekil seperti sapi-sapi dikampung gue,… tapi benar-benar sapi yang seperti dikotak susu. Sapi dua warna, hitam dan putih. Aha, jadi pengen poto-potoan sama si sapi ini. Mungkin lain kali, kapan lagi gue ketemu sapi yang jenisnya sama ama dikotak susu. (sangat komersial bentuk si sapi ini)…. Uhhmm, sebelumnya saya minta maaf ya, dengan kalimat saya yang mungkin kedengaran mendiskriminasi sapi dari warna kulitnya, .. tindakan gue terdengar rasial kepada sapi-sapi.๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜€

Rotterdam, sangat jauh berbeda dari Utrecht. Rotterdam dipenuhi dengan gedung-gedung modern sedangkan Utrecht, kota yang memberi susana medieval ages. Sangat indah dan tenang, serta klasik.

Rotterdam, awalnya merupakan kota pelabuhan terbesar didunia. Kapal-kapal besar yang sekarang menjadi museum, pernah berlayar ke Indonesia. Tapi sekarang, Rotterdam, bukan lagi sebagai kota pelabuhan terbesar didunia, Shanghai telah mengambil alih posisi ini beberapa tahun belakangan ini. Tapi, tenang, di tahun 2014,… Rotterdam akan kembali menjadi pelabuhan terbesar didunia. Mereka masih ingin mengulang their golden ages rupanya!!

Asal usulnya kenapa Rotterdam dipenuhi dengan bangunan baru dan modern, bukan berarti Rotterdam tidak mempunyai sejarah. Kota Rotterdam adalah kota di belanda yang cukup menderita pada waktu NAZI di perang dunia ke II. Jerman momborbardir kota pelabuhan ini, sehingga melenyapkan ribuan bangunan-bangunan bersejarah yang pernah mereka miliki. Tapi, beberapa dekade kemudian, mereka berhasil membangun kota dangan bangunan modern baru.

salah satu dari beberapa bangunan bersejarah yang tertinggal di Rotterdam setelah perang dunia II

Setelah itu, kita berjalan menyusuri kota dan menemukan patung Erasmus. Erasmus adalah humanist Belanda yang sangat kritis, yang mengkritik gereja zaman itu untuk lebih toleran dan fleksibel. Erasmus ini, termasuk tokoh yang sangat berpengaruh bagi peradaban manusia di Eropa saat itu.

Erasmus Statue in Rotterdam

Dan kebetulan tadi pagi, pada lecture; Religion Diversification or Secularization, kita mempelajari tentang dia secara singkat.

Class room and Erasmus

Tak jauh dari Erasmus statue, kita akan menemukan arsiktertur bergaya ‘cubism’ yang sangat aneh bin ajaib.

Bizarre Buildings in Rotterdam

jembatan erasmus

Lalu kita mengunjungi sebuah museum yang tadinya adalah kapal yang pernah berlayar ke Indonesia, I’ll share you some nice pictures here untuk dilihat-lihat;

kamar kecil dikapal

meja makan

meneer lagi mandi bareng๐Ÿ˜‰

Dan senja pun semakin larut, berdasarkan jarum jam yang mengatakan sudah pukul 6 sore meski disini matahari akan tergelincir pada jam 10 malam. Kita kembali ke Rotterdam Centraal untuk menaiki kereta yang akan membawa kita ke Utrecht Centraal.

6 thoughts on “Episode 5: Excursion to Rotterdam

  1. gilaaaa, itu serem banget patung-patung yang di kapal! jadi inget lubang buaya, hiiii! btw, kok bisa dapet tiket gratisan? terus-terusan aj nempel sama temen lo yang spanish itu, sapa tau bakal dapet gratisan terus menerus hahaha!

    • gagk tau kenapa dapet tiket gratisan,… kalo lagi nempel sama cowok bule, emang kadang2 gue sering lucky… dulu gara2 barengan sama meneer, dia yg diundang makan malam diresto2 mahal.. eh gue diajak2 juga.. jadilah gue nebeng makan gratis mulu.. haha, just my luck…

    • Hehehe, kok pada ngira itu beneran.. hihii.. mannequine lagi.. alias patung, emang mirip bgt yaah… hiihii mentang2 belanda mikirnya yg aneh2 ajaa deehh kamuu….๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s