Episode 2: Yihaa, Utrecth.. Here I come!!


Utrecth, 1 agustus 2010

Setelah 12 jam dipesawat akhirnya gue mendarat juga di Schiphol, Amsterdam.

Lalu kita berdua plongo-plongoan mau ngapain, setelah tanya sana sini akhirnya kita tiba juga di Utrecth Centraal. Berterimakasih banget deh, sama temen Belanda gue yang menawarkan diri menjemput di Utrecth Centraal jauh-jauh datang dari Belanda bagian selatan, ntraktir kopi dipagi nan sejuk dipinggir kanal Utrecth dan bantuin kita dari mencari tempat registrasi, sampai menemukan kamar kita yang nyaman banget, yang ternyata lokasinya didepan Utrecth University. Aha, semoga librarynya buka dimusim liburan ini.

Temen gue yang baek lagi bawain koper gue.

Tadi waktu lagi disupermaket, gue diajarin etiket ala Belanda sama temen gue ini, bahwasanya… budaya diBelanda cukup beda ya sama di Asia. Karena tadi dengan tata cara ditimur, dengan tanpa dosanya gue meletakkan keranjang gue dimeja kasir, eh, ternyata katanya itu nggak common disini. Jadi, etiket disini adalah; ‘self-service’. Kita sendiri yang mentransfer barang-barang belanjaan kita diatas meja kasir.Well, pelajaran pertama hari ini. Orang belanda ramah-ramah banget yahh, kalau kita bertanya mereka jawabnya ramah dan panjang lebar.

Lalu kaget juga tadi, kita sendiri yang memunguti barang-barang belanjaan kita, tanpa kantong plastik atau kertas. Dengan alasan, peduli lingkungan.. di Belanda penggunaan plastik tidak semena-mena seperti kita ditimur. Kalau mau menggunakan plastik, harus beli sendiri sekitar 20 cent. Akhirnya, gue punguti belanjaan gue tanpa plastik, mulai belajar hidup bertanggung jawab terhadap alam. Semoga aja, gue bisa begini nggak cuma lagi di Belanda aja…πŸ˜€ , ditimur kita sangat dimanja dengan plastik belanjaan disana sini, bahkan untuk hal-hal yang sepele.

Kamar gue di Cambrigelaan, perabotannya IKEA semua yang paling menyenangkan air kerannya bisa diminum. Wah, dengan kamar seperti ini gue rela deh, tinggal disini lebih lama lagiiiii……

Besok adalah hari kembali sekolah lagi,… seru juga nih bakal ketemu teman-teman dari manca negara. I wanna go to bed dulu ya, setelah perjalanan udara yang lama dan disambung dengan mengitari Utrecth seharian… sungguh, gue lelah….. Summer disini, siangnya lama banget, jam 9 malam langit masih terang benderang, my biological clock masih belum terbiasa rupanya. Padahal besok pagi harus back to schoolπŸ˜‰

17 thoughts on “Episode 2: Yihaa, Utrecth.. Here I come!!

    • kali pertama komen buat uni yang ternyata telah selamat sampe tujuan dan sehat yaa aminn…
      yg paling membahagiakan di jemput mr. R cuiiit cuuiittt………..
      unii kamarnya higinis dan bersih yaa…bagaimana dengan air nya (keknya ga ada cacing merahnya) kek dsini…….

      • hehe iyud, sorry yahh… gag bisa sms2… rada mahal nih yud sms2.. iyah, dijemput .. tapi nggak diairport.. nggak enak aja… jauhan rumah dia daripada utrecth…dia dari selatan belanda…. airnya bersih yud, internetnya gilaaa,… cepet banget… jalanannya bersih, gag ada angkot tet tot tet sembarangan dijalan….. hiyyyy….nggak mau pulang dehhh… haha

  1. waktu mba ikut summerschool kendalanya apa aja sih mba? kebetulan aku kuliah baru semester 2, takut ngga ngerti apa2 gt hehehe :p
    trs waktu bikin visa, mba ngajuinnya visa study atau turis?

    • Waktu itu kita diurusin sama NESO, jadi visa semuanya dari NESO,…Schengen visa, Dan ini tourist visa ,cuman sampai 60/90 hari…

      Pasti ngerti lah, selagi bisa komunikasi dgn english.. Dan juga tergantung subjectsnya… Summercourse gak terlalu berat2 amat kaya kuliah,.. Kalo mau apply summercourse buat juni, better daftar dari sekarang..πŸ™‚ smoga membantu..

  2. Rahma, baru kali ini nemu WP-mu, pas kebetulan aku lagi riset cari tau tentang belenda, terutama tentang rotterdam. Hmmm, nolong banget nih.πŸ™‚

  3. Asiiik, makasih. btw, perjalanan kamu di belanda trully inspiringπŸ™‚ would you mind if i take some venue you’ve visited into my fiction story? Secara aku belum pernah ke sana hehe

    • Hai, makasih… senang kalau tulisan ini berguna buat orang lain, … venue aja kann…πŸ˜› (siapa juga yang mau ngangkat tokoh gue ke novel ya, narsis … ckkk ckkk) ……. entar share ya fiksinya, aku juga senang baca2 tentang Belanda…. good luckπŸ™‚

  4. heuheu… venue aja, karakter tokoh sama jalan critanya beda banget kok. Ngangkat cerita Rahma? hihihi… bleh, tapi musti interview dulu *jiaaah*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s