Desainer Belanda yang membuat ‘typeface’ dari bakteri




Judul diatas memang terdengar sangat extreme, dan sempat membuat saya mengernyitkan dahi untuk mempercayainya. Dua hari yang lalu, waktu saya lagi mengembara di belantara google dan tanpa sengaja membaca sebuah artikel yang kedengarannya menarik; seorang desainer muda Belanda yang memenangkan ‘Dutch Design Awards‘ senilai  €10,000 dari Rado Young Designer Award 2009, dengan karyanya menciptakan typeface/font dari bakteri e.coli yang sedang hidup dan membelah.

♦♦♦♦♦♦

Jelte van Abbema

Jelte van Abbema

Idenya adalah menyelidiki possibility keterlibatan bakteri dalam visual culture, proyeknya yang dinamakan dengan ‘Symbiosis’ , yaitu dengan cara menciptakan sebuah jenis font (typeface) dengan melibatkan bakteri ini, telah menarik perhatian para juri, karena hal ini dianggap sebagai innovasi baru yang belum pernah ada.

Namanya Jelte van Abbema yang lahir pada tahun 1982 di Voorburg, Belanda. Desainer muda  ini pernah mengambil jurusan Mikrobiologi di universitas Wageningen, Belanda, dan setelah itu dia mulai belajar di Design Academy Eindhoven in Man & Communication. Tidak mengherankan dia melibatkan science, komputer dan biokimia didalam karya desainnya. Saya teringat akan ilmuwan Belanda yang menemukan mikroskop dan merupakan orang yang pertama kali meneliti eksistensi mikroba diabad ke 17. Pikiran iseng saya berujar, apakah ia reinkarnasi dari Antony Van Leeweunhoek?🙂🙂🙂

Van Leeuwenhoek Microscopes

Van Leeuwenhoek Microscopes

Antonie van Leeuwenhoek adalah seorang ilmuwan Belanda yang dijuluki sebagai ‘the father of microbiology’. Lahir di Deflt, Belanda, pada 24 oktober, 1632. Beliau dikenal sebagai ahli mikrobiologi pertama didunia, karena penelitiannya terhadap organisme ber sel satu, atau yang dikenal dengan mikroorganisme. Van Leewenhoek juga merupakan ilmuwan pertama yang merekam pengamatan mikrokospis dari serat otot, bakteri, spermatozoa dan aliran darah dalam pembuluh darah kecil.

Kembali ke Jelte van Abbema dengan ide liarnya yang menggunakan teknik cawan petri sebagai perantara model, jenis font Van Abbema diciptakan dengan mencetak bakteri diatas kertas, dan kemudian menempatkan nya di kertas serta di jury-rigged incubator, dan memberikan kelembaban yang  tepat dan kehangatan bagi organisme tersebut. Saat bakteri tersebut bertambah banyak (dengan cara membelah) dan mati, bakteri yang membentuk font mulai berubah warna dan bentuk. Van Abbema mengatakan, bakteri-bakteri itu “mengubah object  ke sesuatu yang baru,” menciptakan sesuatu yang secara harfiah hidup, berubah dan bergerak setiap menitnya.

♦♦♦♦♦♦♦

symbiosis_research

♦♦♦♦♦♦♦

♦♦♦♦♦♦♦

Dalam proses diatas kita lihat, bakteri E.Coli ini akan tumbuh, membelah diri serta memperbanyak diri dan mati, mengalami perubahan warna, saturasi dan akhirnya mengalami perubahan bentuk lalu meninggalkan siklus hidup bakteri itu sendiri, menciptakan bacterial typography.

♦♦♦♦♦♦♦

symbiosis research

symbiosis research

♦♦♦♦♦♦♦

symbiosis research

symbiosis research

♦♦♦♦♦♦♦

symbiosis research

symbiosis research

♦♦♦♦♦♦♦

bacterial typography

bacterial typography

♦♦♦♦♦♦♦

Proyek inovatif Van Abbema merupakan bagian dari bio-art movement, di mana obyek seni yang dibuat untuk meniru proses pertumbuhan biologis. Ide ini dibuat untuk melihat bagaimana proses  bakteri/living things ini tumbuh dan membelah dalam sebuah obyek seni, dan proses pembelahan dan perubahannya menghasilkan estetika yang menarik untuk dipelajari dan menimbulkan inspirasi dan sensasi tersendiri.

♦♦♦♦♦♦♦

Media cetak (billboard) yang melibat pembelahan bakteri

Media cetak (billboard) yang melibat pembelahan bakteri

Poster di halte bus  ini diproduksi oleh JCDecaux dengan kondisi yang sangat aman dan terkendali, meskipun sedikit sangat menantang. Can you imagine.. you’re watching bacteria grown directly, bagaimana kalau kacanya pecah dan, owh no… Disini, van Abbema menciptakan suatu lingkungan pada bakteri E.Coli yang membentuk font pada media-printed untuk berkembang dan membelah diri,  memperbanyak seiring dengan berjalannya waktu. Disini juga, pejalan kaki bisa menyaksikan proses bakteri tersebut tumbuh dan membelah diri setiap harinya. Menarik atau menakutkan?? Bagi saya pribadi, awal-awal ide ini memang sangat radikal, tapi ide ini belum pernah ada, dan mungkin saja ini baru sebuah awal.

Jelte van Abbema lulus cum laude pada tahun 2006, di Design Academy Eindhoven in Man & Communication. Setelah lulus dengan cum laude Abbema dianggap sangat berbakat, muda yang visioner dalam dunia desain. Sejak kecil, Abbema selalu terpesona oleh alam dan prinsip pertumbuhan,  hubungan paralel antara alam itu sendiri.

“How do microbes rule the world?” is the Next Big Question because microbes are essential for our survival, and because we now have the capacity to understand and harness them better than ever before. John Archibald, Fellow, Integrated Microbial Biodiversity program

Oh ya, dari foto diatas, saya cukup tertarik dengan judul dari cover buku yang sedang dipegang Van Abbema; Power Unseen – How microbe rule the world. Hmm, kebetulan.. saya juga mempunyai ketertarikan yang cukup besar dengan interdisciplinary yang menggabungkan dua ilmu yang berbeda seperti design dan science. Saya teringat entry saya yang pertama, mengenai M.C Escher yang menggabungkan seni grafik dan ilmu matematika. Dan seperti yang kita ketahui, karya-karya dari M.C Escher sangat mempengaruhi ilmu arsitektur di Belanda dan dunia. Dari ke mustahil-an ide-idenya, dan di luar jangkauan imajinasi kita, memberi ilmu yang sangat berguna bagi human beings. Dari hasil karya Van Abbema yang masih fresh ini, mungkin juga akan memberikan inovasi-inovasi baru dan seterusnya. Jelte van Ebbema mendirikan Lab yang diberi nama LAB van Abbema, research projects nya yang lain seperti microZOO, Algaebra, dan virtureal.

Hal yang paling menarik bagi saya disini , idenya untuk menggunakan mikroba sebagai obyek seni. Inovasi dan konsep yang mungkin dituangkannya adalah, apapun bentuknya, hidup atau mati.. sejenis mikroba, mikroorganisme yang terkecil, bisa dijadikan SENI. Interesting and amazing, isn’t it?? Yes.. I do agree on it!!  I admire his exploration of this project.

Topik ini sangat menarik bagi saya, karena tidak jauh dari background saya , art and design. Tidak sangka, dalam waktu beberapa jam saya menulis tentang desainer muda ini, ketertarikan saya untuk melanjutkan study saya dibidang desain ke negeri Belanda semakin menggebu-gebu. Beberapa jam yang lalu, saya sudah menjadikan Jelle van Ebbama ini salah satu desainer favorit saya. Salah satu karyanya berjudul ‘visual poem’ cukup inspiratif buat saya.

Akhir tahun 2009, sebetulnya saya sudah melakukan korespondensi dengan sebuah Institusi di Belanda. Mencoba bertanya  dari tuition fee, dan segala prasyarat untuk memasuki institusi tersebut. Yang membuat saya terkagum-kagum adalah, email saya dibalas dengan professor langsung, dari alamat email professor yang bersangkutan. Mungkin ini cukup berbeda dengan pengalaman saya, biasanya kalau kita sebagai prospective student melayangkan pertanyaan seputar sekolah, jawaban dikirim via pihak marketing dari kampus. Disini, it’s quite different from my previous experience, proffessor langsung bo’ yang mau-maunya meluangkan waktu membalas email saya.

Tapi, dengan adanya sedikit masalah klasik, yaitu financial problem, saya tentunya harus berusaha mencari beasiswa atau work hard first to achieve my dream. (doa-in yach…)

Institusi tersebut  berlokasi di Breda, bagian selatan Belanda. Yang menurut pengakuan teman saya yang mengambil jurusan sastra Belanda, aksen orang Belanda bagian selatan cukup rumit dibanding orang Belanda bagian utara. Well, secara saya buta akan bahasa Belanda,..untuk sementara menurut saya dua-duanya sama aja rumitnya. Bahasa asing yang  kedengaran mirip Inggris, Jerman dan Russia a little bit dengan throaty sound nya.

Hal menarik lainnya adalah terdapatnya sebuah museum di Breda yang sesuai dengan bidang saya. Di Breda terdapat graphic design museum yang pertama di dunia. WHAT?? Berarti, ini inovasi Belanda lagi dong. Sangat tak terhitung rasanya, berapa kali Belanda menjadi inovator, dimulai dari teknologi sampai museum. ( angkat 4 jempol dech.. )

According to wikipedia, The Graphic Design Museum in Breda is the first museum in the world for graphic design. The museum is in the centre of Breda and exhibits the broad and dynamic area of graphic design.

Jadi, sebelum ini belum ada satu negara pun yang mempunyai kesadaran untuk mendirikan Graphic Design Museum, dan Belanda lah yang memulainya terlebih dahulu. Wow, salut. Museum memang sangat penting untuk kepentingan research, membangkitkan kesadaran tua dan muda  mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan budaya, dan juga meningkatkan ilmu pengetahuan. It says, The Graphic Design Museum is also Research institute, and has a shop, a café and an auditorium. Furthermore, the museum publishes its very own Museum Magazine, and has an education program for both Elementary schools as well as Academic Colleges. (hmm,..membayangkan,  lagi duduk dengan secangkir Koffie verkeerd dan stroopwafels sambil membaca buku-buku tebal bergambar dan berwarna mengenai modern art.)  …🙂

Oh ya, reopening dari museum grafik desain ini berlansung pada tanggal 11 juni, 2008, secara resmi oleh Ratu Beatrix, Belanda.

Setelah saya suguhkan gambar-gambar ilmiah diatas dengan mikroba dan bakteri sebagai pembahasan, ada baiknya saya tutup dengan Animated film to promote the opening of the brandnew Graphic Design Museum, Beyerd Breda. Enjoy, it’s cute and entertaining….

♦♦♦♦♦♦♦

Jargon:

Typeface is Font family, In typography, a typeface is a set of one or more fonts, in one or more sizes, designed with stylistic unity, each comprising a coordinated set of glyphs.

♦♦♦♦♦♦♦

 
reference:
http://www.dutchdesignawards.nl/en/competition/categories/rado_young_designer_award/
http://www.ucmp.berkeley.edu/history/leeuwenhoek.html
http://www.vanleeuwenhoek.com/
http://www.switched.com/2009/10/30/designer-makes-type-out-of-bacteria/#continued
http://www.fastcompany.com/blog/cliff-kuang/design-innovation/font-grown-bacteria
http://www.dezeen.com/2009/10/27/symbiosis-by-jelte-van-abbema/
http://www.cifarnbq.ca/questions/how-do-microbes-rule-the-world/
gambar:
http://en.wikipedia.org/wiki/File:Van_Leeuwenhoek%27s_microscopes_by_Henry_Baker.jpg
http://en.wikipedia.org/wiki/Antonie_van_Leeuwenhoek
http://www.kossmanndejong.nl/employees/view/11
http://cwoca.com/wp-content/uploads/2009/11/dzn_SYMBIOSIS_research_08.jpg
http://www.dezeen.com/2009/10/27/symbiosis-by-jelte-van-abbema/
http://vanabbema.net/projects/symbiosis.htm
http://static.dezeen.com/uploads/2009/10/dzn_sq_ABOVEBELOW_17.jpg

64 thoughts on “Desainer Belanda yang membuat ‘typeface’ dari bakteri

  1. I write this article in order to participate on Blog Competition 2010, the theme is ‘ Dutch Innovation, in your opinion ‘

    Really needs some feedback..🙂 thanks in advance…

    groetjes
    R

  2. Orang2 belanda juga memiliki potensi yg bisa diperhitungkan dalam bidang industri kreatif. Di ruang pameran Erasmus Huis Jakarta sering banget dipamerin barang2 hasil karya2 mereka yg unik2.
    Tidak hanya seni rupa, bahkan dibidang seni musik dan teater pun juga sangat inovatif.
    Aku juga sering menyaksikan pertunjukan musik, teater, tarian dan juga film buatan pekerja seni belanda yang ditampilkan di Erasmus Huis Jakarta.

  3. yups, agreed. that’s why I’m so passionate about continuing my study there. (so far, it’s just still a dream, and now I need to wake up to make my dream comes true .. ce ileh basa gue)
    anyway,
    if you’d like to go to Erasmus Huis for some events, please give me a shout..
    I’m so glad to join…
    🙂
    thanks for commenting here…

  4. Hii..pertamanya geli ngebayangin kalo kaca billboardnya beneran pecah..heheheh..
    tapi kalau dipikir-pikir, beneran unthinkable ya, ini bukan sekedar inovasi lagi, tapi terobosan..kereen.
    btw bagian ini:
    “(hmm,..membayangkan, lagi duduk dengan secangkir Koffie verkeerd dan stroopwafels sambil membaca buku-buku tebal bergambar dan berwarna mengenai modern art.)”

    mudah-mudahan bisa terwujud yaa, dan dengan saya duduk di sebelah sambil membaca buku tentang marketing communication..hehhehehe.🙂

  5. iyah,.. idenya crazee bgt.. tapi biasanya inovator2 tuh awal2nya emang radikal idenya, yg gue baca2…proyeknya ini akan bisa dikembangkan, jadi.. ini baru langkah awal…

    hehehe, iyahhh.. ngayal itu gratis buat ngibur2 diri juga ckk,ckk ngarep.com dong kita yah, btw.. marketing communication juga sgt dibutuhkan dalam design.. belajar cara berkomukasi secara visual… nice to know you🙂

  6. Aduh, billboard yang isinya bakter itu nyeremin amat. Jijay nggak ya? Tapi idenya memang gila dan super lain dari yang lain. Benar2 inovator banget tuh.

  7. @dewi: hehe… suka yakult nggak…bakteri juga tuuhhh…
    iyah wi, nggak cuman cat dan kanvas aja yg bisa dijadiin untuk menciptakan sebuah seni…
    tapi bakteri aja bisa dijadiin buat berkarya.. hehe, ada2 aja yah idenya…
    karna katanya, bakteri ini sifatnya universal… yg penting, bakteri lebih jinak daripada virus….🙂

  8. This is super coooooollll!!!!! I didn’t know about this at all! Dan ternyata, salah satu foto di atas yg memperlihatkan billboard pembelahan bakteri itu terletak di Eindhoven!!! Belakangnya itu persis kampus gw hahahha…

    Design Academy Eindhoven itu emang keren abis…🙂 Gw pernah ke pameran mereka dimana mereka menampilkan karya2 graduation mereka…. KEREN!!!! Rahma, menurut gw Eindhoven cocok bwat loe krn loe suka design. Tiap tahun pun ada event namanya Dutch Design Week and it’s super cool!

  9. @Amel,
    waahh, lucky you bisa liat langsung mel, poto2 dong mel.. ntar taroh di FB🙂
    Tapi billboard itu juga dipajang di Manhattan, NY, juga mel..

    iyah gue ingat lo pnh bilang, design acedemy eindoven plg bagus, temen lo yg dr amrik mau masuk sana susah bgt…
    Maunya, scholarship kaya’ lo mel.. tinggal blajar aja, nggak pusing mikirin pengeluaran.. hahaha, doain dech.. ielts gw blom nyampe 7.. susah jeblos scholarshipnya kalo gitu mah…

    hiii,.. hang in there yaaah.. sapa tau ntar bisa ketemu2.. yup, dutch design award ini, juga u/ internasional dan jurinya juga dr berbagai negara…🙂

  10. Pingback: Tweets that mention Desainer Belanda yang membuat ‘typeface’ dari bakteri « my unspoken minds -- Topsy.com

  11. Jelte Van Abbema…..
    Wah…..nih orang bener-bener jenius. Bisa mewujudkan sesuatu yg rasanya mustahil….
    Tulisan lu keren dek ;P
    Good luck for you

    • @sukron: makasihh yah udah berkunjung ke blog aku…😉

      karena mereka Open Minded, freedom of thought.. brani berpikir secara liar dan extreme, aku rasa itu yg bisa bikin kita kreatif,.. dan kebetulan mereka berada dilingkungan yang mendukung pula..

      Yup setuju, seperti yang Albert Einstein bilang,

      Imagination is more important than knowledge.

      Thanks ya, atas komentarnya.. good luck juga buat kamu…
      🙂

  12. waw… tulisannya inspiratif nih.. kereennn….
    btw, salam kenal dari sesama peserta kompetiblog2010…selamat ya udah masuk 15 besar

  13. Mbak, tulisannya baguus, saya baca berkali2 hehe. Strongest candidate nih, kayanya… Good luck ya, salam kenal!!!

  14. Ifta, …. Makasih banyak, sampe baca berkali-kali, saya juga kagum banget sama si Jelte ini, sampe bolak balik ngeliat hasil karyanya.
    Salam kenal juga ya. really nice to know you through this event🙂
    Thanks alot, yach.

  15. mbak Rahmaaaa… selamat yaaa, mantap kali lah masuk 4 besar..
    btw, aku jagoin tulisan kamu loh hihi!
    go get the summer course! amin😀

  16. mba selamat yaaaaa, wah bagus sekali ulasannya. ternyata proses pembuatan font baru bisa serumit itu ya, hehehe.. idenya yg brilian, bisa2nya mikirin e-coli yg selama ini ada dlm kotoran manusia, hehehe. congratz ya mba ^^ semoga klo jd pemenang utama, juga bisa mengharumkan nama bangsa, amin.

  17. Buat semua… Aku bales disini aja dulu ya, cuman bisa onlen lewat hape nih, gag bisa masuk page kompetiblog…. Beneran nih… Aku shock nih baca komen disini… Alhamdulillah dulu ya… Gag sabar nemu komputer nih….. See u then…. Thanks yah buat komen disini

    • Yosua, Congratz juga buat kamu…
      ntar aku add yah…. grateful bgt deh dgn ini,… sampai gak tau mau ngomong apa.. smoga, summerschool ini berguna b/ CV aku juga kelak, ngarepnya gitu cuz aku pengen bgt ngelanjutin sekolah ke belanda dari dulu…. thanks bgt buat neso dan para dewan jurinya…

      hope everything is going well yahh….. nice to know u…😉

  18. Rahma, this really is a GREAT job. Keep up good work. Semoga akan terus bersemangat menulis sepulang dari Utrecht nanti.

  19. Tuh kan, bener. Jadi jawara ny euy..:mrgreen:
    .saya sudah berkoar2 k temen2 saya, kalo mbk bkal menang. Dan ternyata.. Congratz!!
    Oleh2 crita dr Belanda ditunggu mbk😆

  20. Pingback: Thank You « my unspoken minds

  21. Pingback: Great Microbiologist « my unspoken minds

  22. Pingback: 2010 in review « my unspoken minds

  23. After I originally commented I clicked the -Notify me when new feedback are added- checkbox and now every time a remark is added I get four emails with the identical comment. Is there any method you may take away me from that service? Thanks!

  24. artikel yang bagus dan inspiratif….semoga makin banyak postingan semacam ini..

    salam kenal…

    saya juga tertarik serta menulis tentang seni visual dan desain..
    silahkan melakukan kunjungan ke blog saya🙂

    -timoteuskusno.blogspot.com-

  25. Aw, this was a very nice post. In concept I wish to put in writing like this additionally – taking time and precise effort to make a very good article… however what can I say… I procrastinate alot and under no circumstances appear to get something done.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s