Belanda, negeri kecil-kecil cabe rawit.




Sebagai orang Indonesia, what’s the first thing that comes into your mind when you hear ‘BELANDA’ ? Yepp, jawaban jujur saya adalah negara asing pertama yang saya tau, disaat saya mulai memasuki bangku sekolah belajar sejarah perjuangan bangsa. Negara ini, bisa dikatakan pengetahuan geografi saya yang pertama, ditambah dengan wajib nonton film Tjut Nya’ Dien di zaman itu. :)

Bagi saya, Belanda adalah bangsa asing yang pernah menginap massal di bumi persada pertiwi selama 300 tahun lebih, nggak pakai visa, long-term resident permit apalagi passport. Bagi kedua bangsa, ada masanya hubungan antara Belanda dan Indonesia berjalan cukup harmonis sampai perang dunia kedua meletus. Both countries have shared history and culture together, so it’s like there’s an emotional connection between us ♥. Mungkin masih ada yang belum tau seberapa besar pengaruh Belanda diIndonesia, walaupun faktanya Belanda juga sangat berpengaruh terhadap  dunia.

Saya punya pengalaman, tahun 2004, waktu pertama kali saya hidup secara permanent di negri orang,- Singapore. Saya heran, kenapa sih setiap saya di swalayan, saya nggak pernah berhasil menemukan meses di rak-rak roti atau selai. Saya tanya sana sini, nggak ngerti mereka apa itu meses. Saya mulai curiga, jangan-jangan meses bukan bahasa Inggris. Akhirnya saya sadar, kalau meses bukan berasal dari bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris it’s called Chocolate sprinklers atau jimmie’s. Lalu, meses dari bahasa mana ??? Ooops, ternyata sejarah kehadiran meses diIndonesia, pengaruh dari budaya Belanda di Indonesia.

Di Belanda meses disebut Hagelslag. Dan pada zaman itu yang suka makan roti dengan hagelslag ini  adalah gadis-gadis kecil Belanda yang di panggil ‘meisje’ (meses), karena susahnya pelafalan hagelslag di lidah orang Indonesia, akibatnya bagi kita meses = hagelslag. Makan roti dengan diolesin mentega dan di taburi meses ini, merupakan inovasi unik budaya Belanda. Secara umum,  tata cara makan roti hanya dengan di olesi selai, madu atau nuttela, Belanda punya cara kreatif yang lain dari yang lain. Bisa di katakan, di dunia ini hanya Indonesia dan Belanda yang menganut cara makan roti dengan meses dan mentega.

Tidak mengherankan kenapa susahnya menemukan meses di negara orang, atau harus sudi untuk hunting meses ketoko-toko khusus yang menjual bahan-bahan kue. Di negara-negara lain, meses hanya di gunakan sebagai pemanis, tambahan buat es krim atau di taburkan di atas donat. Nah, berbicara tentang Donat, roti bundar dengan lubang ditengahnya ini, possible origin dari donat ini mengatakan Bangsa Belanda lah yang pertama kali mengenalkan donat di Amerika Utara. Menarik bukan? Ini baru awal cerita saya tentang inovasi Belanda yang mempengaruhi budaya dunia.

Setelah kenyang membahas yang berhubungan dengan perut, saya akan pindah ke topik  Innovation in Art

Waktu itu pernah belajar mata kuliah ‘Survey of Art‘, dan dari sanalah saya sadar betapa Belanda menyimpan banyak manusia-manusia berbakat dan jenius dibidang seni. Sebut saja Van Gogh, Vermeer, Rembrant, Piet Mondrian sampai M.C Escher. Dari sana saya sadar dan terpukau, ternyata menjadi  seorang maestro dalam bidang seni dan matematika bisa dikuasai secara bersamaan. Hal ini cukup mematikan my old fashioned thinking, serta membuka mata saya akan dunia. Sebagian kita yang grew up di Indonesia, mungkin sering mengira, matematika untuk anak juara kelas, sedangkan yang belajar seni, untuk mereka yang suka bolos atau tidur dikelas. Sehingga ada paradigma di lingkungan kita, seni bukanlah hal yang dihargai, atau menomor sekiankan seni dari bidang-bidang lain.

M.C Escher adalah graphic artist Belanda yang hasil karyanya mempunyai sentuhan geometry dan simetri, dia mendapat pengaruh ini dari islamic architecture saat kunjungannya ke Alhambra. Sebelum saya tulis cerita tentang dia, ada baiknya kita nikmati  beberapa hasil karya manusia jenius ini terlebih dahulu.

M.C Escher works♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦

Kata yang pertama kali melintas dibenak saya waktu melihat hasil karya Escher ini adalah: SUPER DUPER JENIUS. Saya belum pernah melihat karya seni yang sangat complex, imposibble dan please be noted, ini dibuat secara manual tanpa bantuan komputer atau 3d Software manapun.

M.C Escher lahir pada tahun 1898, di Leeuwarden, Belanda. Hasil karya-karyanya yang sangat inovatif di zaman itu telah mengubah pandangan dunia atas ide-idenya yang sangat kompleks, tidak terjangkau dan mustahil. Karya-karyanya telah memberikan inspirasi  terhadap insan yang hidup pada saat itu, sekarang dan akan datang.

The result of the struggle between the thought and the ability to express it, between dream and reality, is seldom more than a compromise or an approximation. ::M.C Escher::

Supaya lebih afdol, sebagai seorang designer – mungkin ada bagusnya kalau saya juga mempresentasikan hasil karya saya disini. (hee heee, nggak mau kalah, pengen exist juga saya!!  :D :D :D)

:) , Tentunya hasil karya saya nggak bisa dibandingkan dengan Van Gogh yang original serta menggunakan kanvas dan cat. Buatan saya hanyalah Van Gogh wannabe dengan bantuan 3d max software dan photoshop. Tapi, moral cerita dari karya saya adalah, bukti kekaguman saya yang mendalam terhadap Dutch artists.

♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦

Innovation in Classic Technology

christiaan_huygens

Christiaan Huygens

Nah….. Siapakah pria gondrong disebelah ini ?? (dunia ini memang berputar, Rock band era 80an juga begini tampilannya. Tapi namanya Metal !!! Di abad 16 dan 17, berdasarkan lukisan-lukisan, ternyata ilmuwan dan bangsawan zaman dulu berambut gondrong (masa wig sih??) atau mungkin trendnya lagi begini. :D :D)

Bagi pemburu beasiswa ke Belanda, pasti pernah dengar Huygens Scholarship Programme. Dia adalah ilmuwan yang memberikan cukup banyak inovasi dan sangat berguna bagi peradaban dunia masa itu.

Yes, dialah Christian Huygens; ilmuwan Belanda yang hidup abad 17 dan ahli dalam bidang matematika, astronomi, fisika, horology (waktu) serta penulis awal science fiction.

Saya juga baru tau, kalau Huygens inilah ilmuwan yang meneliti lingkaran yang mengitari planet Saturnus, beliau jugalah yang menemukan Titan, satelit dari planet Saturnus. Tapi yang lebih penting adalah inovasinya terhadap penemuan ke akuratan waktu.

Galileo adalah ilmuwan yang menemukan prinsip dari pendulum untuk pertama kalinya. Sedangkan Huygens, manusia yang pertama kali membuat Pendulum clock. Pada masa itu, umat manusia dalam pencarian keakuratan dalam ketepatan waktu, hal ini telah berlansung selama beribu-ribu tahun, dan berakhir ketika Huygen menerapkan prinsip-prinsip Fisika pendulum yang melekat untuk pendulum jam.

The adoption of the pendulum in the seventeenth century radically changed the European clock.

Pendulum clock dan uang kertas gulden, Huygens dan saturnus serta titan sebagai background.

♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦

Innovation in Human Rights.

Topik terakhir, opini saya mengenai same sex marriage di Belanda yang sangat kontroversial di beberapa belahan dunia. Belanda adalah negara pertama didunia yang memberikan kebebasan menikah secara resmi untuk kalangan homoseksual pada tahun 2001.

Sebelum kita menilai dari sudut pandang kita sendiri, ada baiknya kita mengenal karakter mereka terlebih dahulu. Menurut saya, karakter orang Belanda sangat terbuka, suka berinteraksi, ramah dan menghargai kebebasan pribadi serta pendapat. Ini mungkin faktor dari multicultural society di Belanda saat ini. Berdasarkan statistik, Amsterdam adalah rumah bagi lebih kurang 200 warga negara. Hidup side by side dengan beragam budaya dan bangsa, membuat kita lebih toleransi dengan perbedaan.

Belanda adalah salah satu negara HAM, dan peraih beberapa hadiah nobel dunia diantaranya Nobel Perdamaian dan Kedokteran. Memberikan hak yang sederajat pada kalangan homoseksual, salah satu tindakan manusiawi Belanda dalam menghapus diskriminasi terhadap pasangan sesama jenis.

“I am human and I need to be loved , Just like everybody else does” ::Morrissey::

Menurut ahli genetika dan para dokter, homoseksual dari lahir diakibatkan karena  kesalahan genetik waktu dalam kandungan yang menyebabkan ‘sexual identity disorientation‘. Secara normal  Kromosom wanita berlabelkan XX dan kromosom pria berlabelkan XY, tapi pada jenis homoseksual, kromosom mereka berlabelkan XYY (untuk lesbi) dan XXY (untuk transsexual). Disini kita sebagai manusia, mungkin perlu bijaksana dan bisa untuk bertoleransi dengan belief/ agama yang cukup sensitif dengan kasus ini.

Based on the latest research, homoseksual tidak hanya terjadi pada manusia, tapi juga terjadi pada gender jantan dan betina pada hewan.

same sex marriage

♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦

Bagi saya, Belanda merupakan inspiring country. Meski negaranya berukuran kecil dan populasi yang tidak banyak, mereka bisa menguasai dan memberi pengaruh besar ke peradaban dunia sejak ratusan tahun lalu. Dibandingkan dengan bangsa Eropa lain yang  bukan berbahasa Inggris, Belanda bisa welcome dan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris ke orang asing dinegara mereka sendiri. Hal ini tentulah akan memberi rasa aman bagi kita yang tidak menguasai bahasa Belanda untuk singgah atau belajar di Belanda. Ditambah lagi, sebagai movie-goer, saya dengar Belanda tidak men-dubbing film berbahasa Inggris di bioskop, ini cukup menarik compared to others European countries yang menyulih suarakan semua bahasa asing dibioskop. Oh no, dubbing is just for a kid’s show, please…

Alasan-alasan diatas, membuat saya semakin yakin dan tanpa keraguan, suatu hari nanti saya harus ke Belanda…. Sekolah di Belanda, mengenal negara kecil-kecil cabe rawit ini lebih jauh semoga bisa ketularan pintarnya.. :D dan tak lupa memberi sumbangsih kenegara saya tercinta Indonesia, kelak.

Mengunjungi Escher  dan Van Gogh Museum, fitness tiap hari dengan cara bersepeda mengitari kanal-kanalnya yang bersih, ketularan sifat super hemat orang Belanda yang sangat menghargai uang, dan sifat mereka yang juga sangat menghargai waktu. Pembaca yang budiman, mohon doa restunya akan cita-cita saya ini.

♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦

Reference:
http://id.wikipedia.org/wiki/Coklat_butir
http://en.wikipedia.org/wiki/Doughnut
http://www.mcescher.com/
http://en.wikiquote.org/wiki/M._C._Escher
http://www.lycos.com/info/pendulum-clock–christian-huygens.html
http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/8081829.stm
gambar:
http://helgahagelslag.hyves.nl/photos/68501433/0/eytg/
http://www.dutchfoodshop.nl/de-ruijter-kleintjes-hagelsoorten-p-9.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Bedroom_in_Arles
http://www.nytimes.com/2010/04/04/magazine/04animals-t.html?pagewanted=all
http://www.axelhotels.com/live/wp-content/uploads/2009/12/pro_gay_marriage_rights_design.gif
http://www.ambientegay.info/2009/06/01/significado-de-gay/



44 thoughts on “Belanda, negeri kecil-kecil cabe rawit.

  1. Regarding this article; I write in order to participate on Blog Competition 2010, the theme is ‘ Dutch Innovation, in your opinion ‘

    Really needs some feedback.. :) thanks in advanced…

    groetjes
    R

  2. Dear Pembaca yang budiman,
    trimakasih udah meluangkan waktu untuk membaca tulisan ku inih…
    tapi, secara ini dalam rangka kompetisi blog, dan komentar pembaca juga masuk dalam penilaian dewan juri..
    sangat diharapkan feedbacknya , (desas desusnya… para komentator yang kreatif juga bakal dikasih hadiah looooo…. ;p ;p ;p , berupa miniatur kincir angin , atau oleh2 dr belanda…:D:D)

    Tolong yaa, mohon doa restu…. mau banget gue DIBUANG kenegeri Belanda, buat summer school belajar European culture and Identity….

    makasssiihhh

  3. Rahma,

    Gw ga nyangka, ternyata elo cerdas!! Hehe.. Elo bisa mengupas keunikan negeri Belanda secara singkat namun representatif. Gw sekolah di sekolah kedokteran belanda lho, School tot Opleiding Von Indische Artz (STOVIA), jadi banyak banget pengaruh Belanda ke hidup gw.

    Ada sisi positif dan negatif dari hubungan Belanda di masa lalu, tapi yang pasti, ada yang gak berubah dari Belanda sampai sekarang, yakni inovasinya yang tiada henti. Sistem pendndikan kedokteran dunia saat ini banyak dipengaruhi dari Belanda juga lho.

    Anyway, gw mendoakan elo bisa dapat summer school ke Belanda ya, biar lebih banyak lagi keunikan Belanda yang bisa elo kupas.

    Btw, lukisan van Gogh wannabe nya lumayan juga;)

    • Hey dr.Farid (ckk… ckk….gag terbiasa neh manggilnya gene brasa lagi berobat… :D)

      Makasih yaaa, doa2nya.. juga feedbacknya.
      yes, STOVIA atau UI , sekolah kedokteran pertama di Indonesia. Kalo gag salah, mereka diberi gelar dokter jawa .. Kapan2 cerita2 in yaa.. pengaruh dunia kedokteran Indo dr belanda..serta inovasi2nya. Menurut gue, alangkah bagusnya kalo hubungan itu semakin ditingkatkan.. secara Belanda gitu lo, bikin kredibilitas dokter2 Indonesia akan lebih baik.. dan tidak hanya di UI, tapi disemua medical school Indo, mengingat Belanda yg bawa ilmu kedokteran diIndonesia..
      at least, orang Indo nggak berobat lagi ke negri tetangga, mengingat masa lalu kita yg punya STOVIA..

      regarding sisi baik dan buruk penjajahan, gue setuju sama pendapat lo,.. jujur sih gue dulu sempet mikir seperti khalayak ramai..

  4. selama 3,5 abad dahulu kala Indonesia pernah dijajah oleh Belanda, namun waktu bergulir begitu cepat, begitu banyak sisa2 peninggalan bersejarah ya,,,salah satunya gedung STOVIA yg skarang menjadi “base camp”nya jaket Kuning, ada juga Kota Tua di wil jakarta, dan seni musik peninggalan Belanda yg smp detik ini nyaris tak terdengar lagi “keroncong” ,
    teringat masa kecil ditahun 70an, saat RRI programa Nasional mengudara kala itu Musik Keroncong mendominasi tak kalah dgn lagu2 pop masa itu,

    Hub.bilateral antara RI-Belanda terjalin begitu erat hingga kini, bahkan disalah satu sudut pinggiran kota jakarta, yg namanya “kampoeng TUGU” hingga kini sebagian besar warga keturunan belanda masih sering terdengar bahasa yg digunakannya yaitu bhs Belanda, maklum disana banyak cicit2nya menir Van houten barangkali, dan di kampung itu pulalah hingga kini musik keroncong masih sering dimainkan oleh sekelompok orang hingga kita mengenalnya dengan panggilan “Keroncong Tugu”. kapan2 klu kamu mampir ke jakarta ngga ada salahnya singgah ke “kampoengTugu”, kultur ke Belandaannya masih sangat kental skali disana. ok…..sukses buat kamu, dan jangan lupa klo menang nnti jadi “dibuang” ke negeri kincir angin tsb. aku titip oleh2nya….

    wassalam.,..from U’r brother in Bekasi…

    • wahhh, senior komentarnya ngasih pengetahuan baru.. hihi, iyah keroncong itu dr budaya belanda juga yaaa….
      iyah kangen sama TVRI jadinya…. udah lama loh nggak liat TVRI..

      makasih yahh komentarnya.. dan doa2nya… , sayang hadiah dibuang eh dikirim ke Belanda nya cuman buat satu orang.. nggak buat 7 atau 10 peserta (EMANGNYA TUR.. hahaha)…
      abis .. topik blog yg laen juga menarik…. :)
      butuh doa dan mantra2nya… salam dari sini… ntar piala dunia pegang timnas blanda..

  5. wow, keren pembahasanya.

    aku blm pernah sih ke belanda,
    tpi dulu pengen bngt sekolah di belanda trus ngebet ikutan test toefl buat beasiswa. hahaha sayang ga ketrima.

    btw, ngmongin meses, bener bngttt di aussie jg ga ada meses. itu aja beli di toko indo bru ketemu. hehehe
    oya, ktnya istilah sonde (selang yg dimasukin ke hidung buat ngasih makan waktu pasien ga bs mkn lewt mulut jg dr bhasa belanda -kt eyangku sih gitu)
    ak pernh nemuin resep masakan kue2 di majlah indo yg tempo doelo pake bhasa belanda. dan kocakny masih di simpen eyangku.hahaha
    hmm..aku penasaran jg sm negara satu ini. walau dia ngasih penderitaan sm indonesia, tpi dia meninggalkan aset2 bangunan lama yg smpe saat ini bs jdi heritage building.
    kyk di semarang, bnyk bngt peninggalan2 belanda yg kesimpen di kota lamany semarang. rame buat poto prewedding. haahahha

    dr stasiun tawang, gereja blenduk sampe yg namanya gedung lawang sewu yg terkenal sm setan2nya. hahahaha
    rahma udh pernh ke semarang?bs dikatakan, semarang jdd replika nya belanda.
    ada jembatan mberok, gedung mandiri yg notabene gedung kerjany org belanda. stasiun tawang, teater marabunta yg jg peinggalan belanda dsb…

    dulu pas tugas akhir SMP, jg ngebahas gedung2 lama di semarang, dan historicalny jg berasal dr Belanda. lumayan, dpt nilai paling tinggi hahah *pamer*

    ma, klo menang..oleh2 yg bnyk yahh…hahahahaha oleh2 dr eyangku dulu udh ga tau ntah dimana. hahaha walau ada oma di belanda, tetep aja ga pernh kesana…
    titip bunga tulip smpe ke indo..hehehehe

  6. jadi tadinya mau keBelanda ris, nyasar ke Aussy.. seru tuh kalo ada oma disana… ckk.. ckk..
    iyah, ntar aja ris S2 aja … wah, kamu s1 di Oz, ntar banyak peluang beasiswanya..
    aku juga kemaren2 lagi nyari2… kalo dapet maunya bld, karena banyak makanan dan restaurant indo disana… ada kerupuk, org belanda tau kerupuk loo…dan dia manggilnya juga kerupuk bukan cracker gitu… minjem dari kita vocabularynya..

    belom pernah ris ke semarang, mau bgt tuh ke lawang sewu.. ada hantu2nyaaa…
    bagus lah semarang ngejaga historical buildingnya

    eyang kamu bisa basa belanda yah.. katanya org indo yg umurnya 60 an keatas sekarang, kalo pernah sekolah.. bisa basa belanda…

  7. halo kk tingkat…
    blog belanda’a keren juga neh…
    lumayan untuk referensi buat bisa kesana, ternyata cita” kita sama yak..
    di buang ke negeri kincir angin….
    hihihhihihi

    ngomong” masalah sepeda, kayak’a lebih nikmat hidup disana yak….
    duit kita gk kebuang-biunag untuk biaya bensin, paling kalo disana cuman untuk beli air putih doank….
    heheheh

    somga tercapai ya k, and jgn lupa sama saya kalo udah sampai sana..
    hihihihihi

    :D:D:D:D:D:D:D:D

    • hehe adek kelas…
      thanks udah baca smoga cita2 kamu tercapai juga..

      seneng kalo blog ini bisa nambah informasi ttg belanda..tapi denger2, soal air minum juga bisa langsung dari keran, nggak perlu beli2..
      yang mahal mungkin kalo kita mau beli baju dan sejenisnya.

      kamu coba juga ikutan.. due date nya tgl 30 april sebelom jam 11 malam..
      :)

  8. Pingback: Desainer Belanda yang membuat ‘typeface’ dari bakteri « my unspoken minds

  9. Wah, semoga deh si myunspokenminds kesampaian ke Belanda, soalnya tempatnya memang asik. Saya lahir dan besar di sana dan dari pengalaman saya tahu bahwa meskipun negaranya kecil, setiap kota dan provinsi menawarkan sesuatu yang menarik. Tata ruangnya rapi sehingga nyaman bagi pejalan kaki maupun pengendara sepeda.

    Amsterdam wajib dijelajahi tuntas (tapi baca dulu sedikit saran dari Henk Kraima di http://pena-wormer.blogspot.com/2009/11/empat-mata-dengan-henk-kraima.html), terus Efteling (Dufan-nya Belanda), dan kayaknya belum afdal kalau belum jalan-jalan naik sepeda (ke mana saja) saat cuaca mendukung dan membeli kentang goreng (tinggal bilang ‘een patat met, aub’) di snackbar kala lapar.

    Mungkin hanya dengan menjadi orang Belanda sesaat di negeri Belanda kita bisa jadi tahu mengapa negara itu, meskipun berukuran kecil, bisa begitu maju.

    • M’Laurens,
      makasih ya komennya.. wahh, enaknya punya masa kecil diBelanda dan pernah belajar disana…

      Linknya sgt informatif, thanks, iyah… museum van gogh itu kudu mah kalo udah nginjakin kaki disana. Eftelink kayanya menarik, lalu ada juga tuh..liat2 photo temen2 di FB yg lagi disana, Madurodam.. miniatur Belanda…,

      iyah bener, berkelana itu sangat penting untuk expand our horizon and mind.. apalagi berkelana ke Belanda, dan apalagi kalo gratis … :)

  10. Wah ada yg lagi ngomongin tentang belanda nih disini, gw sndiri sbnernya udah pernah 3 kali ke belanda. Karena ada sodara juga yg tinggal disana. Gw sndiri juga dulu tinggal di rotterdam kurang lebih 2 tahunan.
    sewaktu disana sempat berkunjung ke Torture Museum, yg isinya alat2 penyiksaan sampai hukuman mati. Bahkan replika Guillotine yg pernah dipakai untuk memenggal Robespierre di jaman revolusi perancis ada juga disitu.
    Dan juga berkunjung ke Sex museum, yg isinya itu juga banyak yg unik & lucu2.
    Amsterdam sbnernya menyenangkan juga, tapi ada beberapa bagian yg kesannya jorok juga terutama kalau memasuki gang2 kecil di pusat kotanya. Sampah2 juga byk berserakan disana. Dan ada daerah khusus yg dimana kita diperbolehkan membawa, memakai dan bertransaksi narkoba.

    • @Ferry,
      wahhh…. interesting deh, torture museum.. sanggup nggak yah gue masuk sana.. gue rada2 faint-hearted sebenernya sama hal2 begituan.. sampe2 gue nggak pernah brani nonton film sejenis final destination..
      kalo sex museum, waaaaahhh, boleh tuhhh… tapi serunya rame2 bareng temen yahhh… biar bisa lucu2an…cekikikann..
      :)

  11. Congratz, ulasan yang bagus!! Enak dibaca, lancar gitu, gak terlalu kaku, gak ngebosenin, dan penuh dengan info yg menarik! Aku kan org Jerman, jadi tetangganya Belanda, tapi I feel I’ve learned quite interesting new facts about Belanda… :)) thanks for sharing ya… :D
    Btw, meses sebagai sarapan/dimakan dengan roti dan mentega juga tidak dikenal lho di Jerman… heran ya, padahal kami kan tetangga… meses malah bisa sampai jauh2 ke Indo, tapi di Jerman belum dikenal… berarti org Jerman masih cukup buta ya terhadap budaya Belanda… :P
    Pembahasan kamu ttg same sex marriage juga menarik, itu kan topik yang masih agak sensitif… aku salut dengan pendekatan kamu yg open minded dan toleran!
    Mudah2an impian kamu untuk bisa ke Belanda dapat terealisasikan… btw org Belanda juga pintar banget bhs Inggris, justru karena movie gak didubbing… beda sama Jerman, org Jerman banyak yg gak bisa bhs Inggris… jadi sebagai tourist dari luar negeri, enakan di Belanda lho… ^^

  12. @Beda:
    duuh, makasih komennya.. bahasa Indonesia kamu, nggak jauh beda sama indo-native speaker :)
    that’s good to hear you’ve got something new from here.. :)

    oh ya, btw.. aku mo nanya nih.. kamu tau nggak, kenapa orang eropa abad pertengahan yang cowok rambutnya panjang2 gitu??
    hehehe… abis, penasaran sekali… kan ribet atuh yah.. apalagi zaman dulu, udah ada shampo belum yah dulu…
    atau emansipasi pria.. .rambutnya panjang..

    mengenai same sex marriage, yup.. i know it’s quite sensitive topic in our society… but I’m just trying to be neutral here..
    bcuz, long time ago.. adek aku punya temen kembar cewek dan cowok… ergh, yang ada.. sicewek terlahir seperti cewek biasa.. sedangkan yang cowok, hmm.. total kecewek2an..
    jadi yah, it’s mostly about genetic defect.. its unfair for them to discriminate their existence… but again, I’m so neutral here..


    I’m talking about Dutch innovation in Human right, not in Indonesia..

  13. Rahmaaa! Bahasan yang menarik! Gw juga dulu pas awal-awal di Singapur bingung, kok di sini ga pernah liat meses. Gtaunya emang cuma orang Indonesia (dan seperti yang lo bilang, orang Belanda) yang makan roti pake meses! Dan bahasan MC Escher ngingetin gw sama kelas Buzz! Ya ampun, inget banget gw pernah bikin ilustration kaya dia, menarik juga walaupun mumet mikirnya.

    Btw, klo ntar udah di Belanda, jangan lupa kirim-kirim sesuatu yaaa! Coklat boleh, tapi lebih boleh lagi klo kirim tiket pulang pergi ke sana hehehe.

  14. Tiaaa, iyah nih.. gue juga inget soal meses ini waktu bareng2 lo deh.. waktu hari2 kita dihostel, lalu nyari makan di 7eleven malem2 buta kelaparan, nyobain mie cup sg yg kagak enak bgt…
    ho oh, si Buzz yg ngenalin kita ke M.C Escher.. hiihii, iyah susahnya bikin kerjaan ala escher, sampe gue mo nyerah kaga ada ide..

    oke deh tia, ntar gue minta ama doraemon, pintu ajaib buat lo… bisa jalan2 keluar negri kemana saja sama pintu ajaib.. tanpa visa.. ckk..ckkk

  15. Rahma, maaf ni baru ninggalin komen, krn ternyata komen loe di blog gw masuk ke spam. Good thing I checked it, otherwise I wouldn’t know you’re one of the participants :)

    Seneng bgt ngedengernya loe ikut dalam lomba ini. Wish u the best luck ya!!!

    Tulisannya sangat menarik dan tentunya informatif. Meskipun gw udah tau semuanya, tapi gw yakin 100% gak banyak org Indo yg tau ttg Van Gogh, apalagi Escher dan Huygens. Belanda is surprisingly innovative; that’s what I found since I arrived here 1.5 years ago. Dutch culture has been one of the major influences of our culture (and vice versa!). Dari segi bahasa kita juga banyak mengambil byk kata/istilah2 dari bahasa belanda.

    One thing to point out about human rights… the International Court of Justice terletak di Belanda… begitu juga dgn International Criminal Court, International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia, dan masih byk lagi. This indicates how the Netherlands is very committed to bring peace and justice throughout the world :)

    Just my two cents. Good luck!

  16. hey Amel,
    ohh I see, nyelip ke spam to’ komen gue.. gue juga bingung, kok komen gue gag nongol?? siapa yang nyulik komen gueeee… :)

    yups, thanks buat tambahannya yg soal human rights…
    wahh, enaknya yg ngomen udah pada pernah kesana… ::gigit2 jari..::

    yo-i mel, namanya juga lagi usaha.. kebetulan gue suka bgt sama belanda, jadi nulis ini dgn perasaan suka cita… thanks,dear…

    • @deda:
      hush.. hush…
      kan dibidang apa dulu.. kalo dibidang yg berhubungan dengan perut, prasaan gue super duper boros…. ckk, ckkk…….. hoi, kemana aja atuh non..

  17. dekk…. blm pernah baca tulisan dedek, mbaca tulisan singkat ini jadi waaawww dedek.. hehe

    Tentang belanda selain yd dedek ceritain di atas, selain mereka “stay” 350 tahun disini banyak jg dibangun jembatan dan semacam sistim sanitasi yg dibangun mereka lo
    dan banyak yg bertahan mpe skrg

    tntg Belanda yg paling identik ya bunga tulipnya itu lo, se khas bunga sakura di jepang…
    kayaknya indahhhhh bgt;p..

    cm mrk menjajah 350 taun napa yah… bahasa belanda ga termasuk jd bahasa nasional kita, kan keren jg tuh klw iya..;p

    • Hihii fit,
      Jadi note2 kecil gue di fb never catch your eyes yah.. Ok deh, gw cuman jrg promosiin tulisan2 gw..
      Mungkin fit kalo soal bahasa, jawabannya akan sgt politis dan sensitif… Waktu kita pisah dr belanda, semuanya kan dinasionalisasiin sama presiden kita saat itu, emang asik sih kalo kita bisa bahasa belanda… Kan asik yah… Bisa speak multiple languages…kakek nenek di.indo yg udh tua tua sekarang yg sempet sekolah kaya nya mereka bisa basa bld.. Sayang sih gag diturunkan
      Kalo yg kaya bunga sakura jepang, gw jg baru baca.. Ternyata pada restorasi meiji mereka banyak belajar dr belanda soal tata kota…dan mengendalikan bencana alamnya kaya banjir… Padahal kita padang perlu bljr dr belanda… Situasi alam padang kan sama ama belanda.. Thanks for visiting yah

  18. btw napa yah dek, 350 taun Belanda “stay” di Indonesia kok bahasa nya ga jd salah satu bahasa resmi yg dgunakn di sini yah…

    klw iya kan keren jg tuh.. ;p

    • Tapi kata para ahli bahasa, bahasa indonesia bnyk yg brasal dr basa belanda… Katanya ada ribuan kata2 dari bahasa belanda didalam bahasa indonesia, contoh trakteer, gratis gue baru tau ternyata bahasa belanda…

  19. Gw taw nya Belanda dari jaman skull dulu,,,salah satu mata pelajaran yg cukup membosankan huuuuaaaaammmmm,,,

    Nah menjawab pertanyaan fitri di atas knp Belanda sampai maw menjajah indo sampe 350 th, krn Indo kaya akan rempah2 tanah indo kan subur,,,3 G = gold glory gospel,,,

    Begitu deh comment gw semoga sedikit menambah info di atas,,,hihihihi
    n jgn lupa yaw kalo ke Belanda oleh2 hehehehe teteup

    • @d3why:
      tapi kaya’nya lo salah tangkap maksud fitri diatas, dia nanya.. soal bahasa.. bukan dijajah selama 3,5 abad…,
      mungkin lo harus baca buku Max Havelaar dulu deh, biar bisa ngerti psychology dari kolonialisme..

      I like history,
      History is a guide for the future.. Eropa bisa seperti sekarang karena mereka salah satu sumber dari sejarah peradaban budaya didunia…

  20. Dedek, enak banget nih membaca tulisannya. Singkat tapi menceritakan Belanda dari beberapa sudut pandang. Membicarakan “Belanda” memang gak ad habisnya buat orang Indonesia. Apalagi kota tercinta kita Padang adalah kota bekas jajahan Belanda. Buktinya jalur rel kereta api Padang-Pariaman merupakan bekas peninggalan Belanda. Hmmm… salah satu peninggalan yang mempunyai manfaat sampai saat ini.
    All about Belanda memang membuat sejuta “emoticon” buat bangsa Indonesia…

    Salut deh buat Dedek.. Cayo teman!!

    • Hey ririn merci boucoup yah buat komennya yah.. :)
      iyah kelok 44 dimaninjau juga arsitekturnya kumpeni tuh,.. kita tinggal ngejaganya… yg gue liat mereka bangun sebuah jalan pake estetika..

  21. Good article! Pembahasannya lengkap banget. Tulisannya juga mengalir dan menarik. O ya, boleh ikutan joint klub “dibuang ke Belanda” nya nggak? Pengen juga nih. Hehehe.

  22. Belanda sudah lama pergi dari negeri kita dan kita perlu akuisisi juga kreativitas mereka. Hoho

    • @junitariany: yep stujuh.. kreatifitasnya juga banyak melimpah kekita.. banyak juga lo seniman kita belajar kebelanda eh malah dia juga nggak kalah berbakat, kalo nggak salah namanya, raden saleh ya??
      thanks for visiting.. :)

  23. Gw baru aja menemukan blog lo sekarang (heh, kemana aja kemaren2, hehe ), to late memang, sorii bet yaa…

    Rahma.. tulisannya baguss bangett, sangat informatif, tidak membosankan, dan seperti air yang mengalir di sungai saat membacanya, sangat menyenangkan. Ulasannya yg bervariasi dan terutama untuk ulasan mengenai human right sungguh sangat memerlukan suatu keberanian yang sangat besar untuk dapat mengulasnya.

    Ke Belanda dulu pernah walau hanya kurang dari 24 jamdi sana karena hanya liburan aja dan jalan dan tak sempat utk jalan2 ke kota2 lain di Belanda. Belanda merupakan negara yang sungguh sangat artistik, terutama untuk bangunan2. Orang2nya juga sungguh sangat ramah banget, lebih welcome dan sangat mudah bergaul dengan orang yang berasal dari luar Belanda. Dan rasanya Belanda sangat cocok buat orang art dan design seperti lo ini, banyak hal yang bisa menjadikan inspirasi untuk mendesign.

    Kan impiannya hampir tercapai nih, Semoga kesempatan yang berharga ini bisa menjadi pengalaman yang sangat tidak bisa di lupakan oleh Rahma, Amin. Good luck yaa, and I’m very happy for you.. dan selamat menikmati puasa 14jam ya.. Barakallah.. :))

  24. Pingback: 101010 at Balai Kartini « my unspoken minds

  25. Pingback: 2010 in review « my unspoken minds

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s